WARTABANJAR.COM - Dunia penerbangan diguncang insiden mengejutkan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia. Seorang turis asal China nekat menyerang petugas imigrasi wanita, bahkan menarik jilbab korban hingga terlepas. Peristiwa memalukan itu terjadi pada Rabu (13/8/2025) di Terminal 1 KLIA. Saat pemeriksaan rutin, turis bernama Fong (31) yang datang bersama keluarganya, mendadak gelisah dan bersikap agresif. Jilbab Ditarik, Kepala Dibenturkan ke Tiang Awalnya, Fong hanya melontarkan pelecehan verbal kepada petugas imigrasi wanita. Namun situasi cepat memanas ketika ia memaksa melepas jilbab korban—sebuah tindakan yang dinilai sebagai penghinaan serius terhadap keyakinan agama Islam. BACA JUGA:VIDEO – Detik-detik Penculikan Kepala KCP BRI di Pasar Rebo, Berakhir Tragis Ditemukan T3w4s di Bekasi Tak berhenti di situ, Fong bahkan membenturkan kepala petugas ke tiang besi hingga korban mengalami luka serius dan harus dirawat di rumah sakit. Polisi Malaysia Bertindak Cepat Meski sempat ditenangkan oleh tim Badan Keamanan Perbatasan (AKPS) dan AVSEC, Fong terus mengamuk hingga akhirnya ditangkap oleh Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM). Insiden ini sontak memicu kecaman luas, mengingat serangan terhadap petugas penegak hukum dan simbol agama dianggap pelanggaran berat. Hukuman Berat Menanti Fong langsung dihadapkan ke Pengadilan Sepang pada 18 Agustus 2025. Dalam persidangan, ia mengaku bersalah dan meminta keringanan dengan alasan salah paham serta karena bepergian bersama anak-anak. Namun, jaksa menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa ditoleransi, mengingat tindakan Fong termasuk penyerangan fisik sekaligus pelecehan agama. Hakim akhirnya menjatuhkan hukuman penjara dan denda. Jika denda 2.000 Ringgit (Rp 7,7 juta) tidak dibayar, Fong akan menjalani tambahan kurungan dua bulan. Otoritas Malaysia menegaskan, kasus ini jadi bukti kuat penerapan kebijakan “zero tolerance” terhadap siapa pun yang berani menyerang petugas negara, apalagi dengan unsur pelecehan agama.(wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad