WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Petenis muda asal Spanyol Carlos Alcaraz harus bekerja keras melewati babak pembuka Cincinnati Open 2025 setelah bertarung sengit selama tiga set melawan petenis Bosnia, Damir Dzumhur, Minggu (10/8) waktu setempat atau Senin WIB. Alcaraz akhirnya menang 6-1, 2-6, 6-3 dalam pertandingan yang penuh pasang surut dan berlangsung selama satu jam 41 menit. “Pertandingannya seperti rollercoaster,” ujar Alcaraz kepada ATP. “Ada momen-momen bagus, buruk, lalu bagus lagi. Tapi saya senang bisa menang dan punya kesempatan lain untuk bermain lebih baik." Unggulan kedua dunia itu memulai laga dengan meyakinkan menyelesaikan set pertama hanya dalam 28 menit. Tapi di set kedua, permainan Alcaraz mulai goyah. Intensitasnya menurun, akurasi pukulan merosot, dan ia mulai banyak melakukan kesalahan sendiri, memberi peluang bagi Dzumhur untuk bangkit dan menyamakan kedudukan. Petenis nomor 56 dunia itu bahkan mendominasi reli dan memaksa Alcaraz kehilangan kontrol atas permainan. Di set penentuan, Alcaraz akhirnya menemukan ritmenya kembali. Ia tampil lebih agresif dan stabil untuk merebut kemenangan dan menghindari kejutan di awal turnamen. Namun, statistik mencatat bahwa Alcaraz melakukan 44 unforced error dan gagal menyelamatkan tiga break point angka yang cukup mengkhawatirkan untuk petenis sekelasnya. “Di sini (Cincinnati) kondisi lapangannya sulit,” jelas Alcaraz. “Bolanya sering memantul tinggi dan melaju cepat. Anda harus siap untuk setiap pukulan, dan itu tidak mudah. Tapi saya lega bisa menang.” Alcaraz kini mengincar penampilan lebih stabil di babak selanjutnya saat menghadapi petenis Serbia Hamad Medjedovic, yang sebelumnya menyingkirkan Tallon Griekspoor. Turnamen ini juga menjadi penampilan perdana Alcaraz sejak kalah dari Jannik Sinner di final Wimbledon rivalitas yang kini semakin panas menjelang ATP Finals di Turin. Keduanya diprediksi bersaing ketat memperebutkan gelar No.1 akhir tahun, dengan Alcaraz saat ini unggul 1.500 poin dalam peringkat ATP Live Race To Turin. Selama musim 2025, petenis berusia 22 tahun itu sudah meraih lima gelar, termasuk dua gelar ATP Masters 1000 di Monte Carlo dan Roma. Namun, ia tentu berharap bisa menebus kekalahan dramatis di final Cincinnati 2023 dari Novak Djokovic, dengan mengangkat trofi di edisi tahun ini. (Wartabanjar.com/berbagai sumber) Editor: Andi Akbar