MAKIN BIADAB! Israel Bom Tenda Pers di Gaza dan Bunuh 5 Jurnalis, Tuding Al-Jazeera Organisasi Teroris
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, KOTA GAZA – Serangan udara Israel di Gaza kembali menuai kecaman internasional setelah Al Jazeera mengonfirmasi tewasnya lima jurnalis, termasuk koresponden utama Anas al-Sharif, akibat serangan yang menargetkan tenda pers di dekat Rumah Sakit Al-Shifa, Kota Gaza.
Kronologi Singkat
Serangan terjadi di tenda wartawan yang beroperasi di depan Rumah Sakit Al-Shifa, Kota Gaza. Lima pekerja media dilaporkan tewas, termasuk Anas al-Sharif, Mohammed Qreiqeh, dan tiga kamerawan.
Juru bicara militer Israel menyatakan bahwa Anas al-Sharif adalah "kepala sel Hamas" yang menyamar sebagai jurnalis, dan bertanggung jawab atas serangan roket ke warga sipil dan pasukan Israel.
BACA JUGA:WADUH! 2 Turis Malaysia Dibakar Hidup-Hidup di Bangkok, Pelaku Mantan Petinju Frustrasi
[caption id="attachment_337940" align="aligncenter" width="420"]
Nama-nama Jurnalis yang tewas.(@poskotanetwork)[/caption]
Reaksi Balik Dunia Pers & Organisasi HAM
Al Jazeera mengecam serangan tersebut sebagai “upaya pembunuhan yang disengaja dan terencana terhadap kebebasan pers,” serta menegaskan bahwa Anas dan rekan-rekannya adalah "suara terakhir dari Gaza, menyuarakan realitas tragis kepada dunia".
Kelompok seperti Committee to Protect Journalists dan UN Special Rapporteur on Freedom of Expression telah memperingatkan bahwa kampanye pencemaran reputasi terhadap jurnalis Gaza merupakan bagian dari strategi yang mematikan.
Dampak & Konteks Lebih Luas
Serangan ini terjadi saat Israel memperluas operasi militer dengan target utama mencapai kendali penuh atas Kota Gaza, memaksa evakuasi massal ke “zona aman", meski kritik keras terus dilontarkan terhadap rencana tersebut—terutama terkait potensi pelanggaran hak asasi dan risiko bencana kemanusiaan.(Wartabanjar.com/The Guardian/Al Jazeera/Reuters/The Sun/ElHuffPost/berbagai sumber)
editor: nur muhammad
Nama-nama Jurnalis yang tewas.(@poskotanetwork)[/caption]
Reaksi Balik Dunia Pers & Organisasi HAM
Al Jazeera mengecam serangan tersebut sebagai “upaya pembunuhan yang disengaja dan terencana terhadap kebebasan pers,” serta menegaskan bahwa Anas dan rekan-rekannya adalah "suara terakhir dari Gaza, menyuarakan realitas tragis kepada dunia".
Kelompok seperti Committee to Protect Journalists dan UN Special Rapporteur on Freedom of Expression telah memperingatkan bahwa kampanye pencemaran reputasi terhadap jurnalis Gaza merupakan bagian dari strategi yang mematikan.
Dampak & Konteks Lebih Luas
Serangan ini terjadi saat Israel memperluas operasi militer dengan target utama mencapai kendali penuh atas Kota Gaza, memaksa evakuasi massal ke “zona aman", meski kritik keras terus dilontarkan terhadap rencana tersebut—terutama terkait potensi pelanggaran hak asasi dan risiko bencana kemanusiaan.(Wartabanjar.com/The Guardian/Al Jazeera/Reuters/The Sun/ElHuffPost/berbagai sumber)
editor: nur muhammad