WARTABANJAR.COM, BARABAI– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mencatat enam kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah HST hingga 31 Juli 2025. Berdasarkan data rekapitulasi, enam titik karhutla itu terjadi di Sungai Buluh, Wawai Gardu, Binjai Pirua, Balanti, dan Barabai Timur, dengan total lahan terbakar sekitar 5,63 hektare. Meski demikian, BPBD HST mengakui situasi masih aman dan terkendali sehingga belum menetapkan status siaga karhutla. Kepala BPBD HST, Ahmad Apandi, mengatakan penetapan status siaga masih dalam tahap proses. “Sejauh ini situasi masih terkendali. Kami belum menetapkan status siaga, namun langkah-langkah pencegahan terus kami lakukan,” ujarnya kepada wartabanjar.com, Jumat (8/8/2025). Lebih lanjut, Apandi mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah dalam skala besar atau membuka lahan dengan cara dibakar. “Koordinasi lintas sektor juga terus kami perkuat hingga saat terjadi kebakaran kita bisa merespons dengan cepat dan terpadu,” ujarnya. BACA JUGA: BREAKING! Kalimantan Selatan Diterjang Cuaca Panas Ekstrem 8 Agustus 2025, 13 Wilayah Siaga Hawa Terik Ia berharap masyarakat dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dan kerja sama dalam mencegah kebakaran, terutama di musim kemarau ini. “Kami juga minta peran aktif masyarakat serta seluruh elemen untuk turut menjaga lingkungan masing-masing dan yang paling penting jika melihat adanya tanda-tanda kebakaran, segera melapor agar secepatnya ditangani,” pungkasnya. Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD HST, Fitriadinoor, menambahkan bahwa penetapan status siaga karhutla di HST akan dilakukan setelah BPBD Provinsi Kalsel melalui SK Gubernur tentang penetapan status, yang kemudian menjadi dasar bagi BPBD kabupaten/kota untuk menetapkannya di wilayah masing-masing. (Adew) Editor: Yayu