WARTABANJAR.COM, SYPROS- Ratusan warga Sypros, Yunani, melakukan aksi protes di pelabuhan setempat, menolak kedatangan kapal pesiar yang membawa ribuan turis Israel pada 22 Juli 2025. Sekitar 1.600 turis Israel yang menumpangi kapal pesiar Mano Maritime dilaporkan hendak berlabuh hari itu di pelabuhan Sypros, namun batal karena dihalau oleh para pengunjuk rasa tersebut. Mereka melakukan unjuk rasa itu sebagai solidaritas terhadap rakyat Palestina yang digenosida Israel. Para demonstran pro-Palestina ini memblokir turis-turis tersebut untuk turun dari kapal. Sementara di atas kapal, warga Israel itu dilaporkan menyanyikan lagu dengan lirik yang berarti “Semoga kampungmu terbakar." Akibat blokade ini, mereka terpaksa meninggalkan pelabuhan lalu berlayar ke Siprus. Mengutip berbagai sumber, Kamis (24/7/2025), beberapa tahun belakangan ini, Yunani menjadi tujuan wisata populer bagi turis Israel. Sejak meluasnya pendukung Palestina di berbagai belahan dunia, termasuk Yunani, kini pemerintahnya dikabarkan mendukung Palestina. Sebelumnya, pada 2015 parlemen Yunani secara bulat mendukung Palestina tetapi pemerintahnya tak pernah menindaklanjutinya. Sejak krisis keuangan 2009, Yunani telah menjalin hubungan ekonomi, energi, dan militer yang erat dengan Israel. Bahkan PM Israel, Benjamin Netanyahu dikabarkan kabur ke Yunani selama serangan Iran ke Israel baru-baru ini. Tetapi jajak pendapat mengatakan bahwa mayoritas penduduk Yunani memiliki pandangan negatif terhadap Israel. Pada Oktober 2024, pekerja pelabuhan setempat telah berulang kali menghalangi kapal-kapal yang mengangkut senjata ke Israel selama blokade negara Zionis itu terhadap Gaza. Sejumlah pengunjuk rasa berkomentar terkait aksi demonstrasi yang mereka lakukan ini. "Sebagai warga Syros dan manusia, kami melakukan aksi ini sebagai kontribusi untuk menghentikan kehancuran akibat genosida yang terjadi di negara tetangga kami," kata mereka. (yayu) Editor: Yayu