Jalan dan Jembatan di Kuin Kacil Banjarmasin Jadi Fokus Pembangunan TMMD ke-125
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 resmi menyasar kawasan Kuin Kacil, RT 14, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Dalam kegiatan ini, Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR bersama Dandim 1007/Banjarmasin Kolonel Sigit Purwoko dan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Cuncun Kurniadi turun langsung meninjau lokasi pembangunan.
TMMD kali ini memprioritaskan pembangunan infrastruktur strategis, seperti pembukaan jalan dan pembangunan jembatan, guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, terutama di sektor pertanian dan distribusi hasil panen.
Baca Juga
Dicari Maling Incar Rumah Kosong di Banjarmasin Timur Pakai Jaket Ojol
“Ini adalah bentuk nyata sinergi antara TNI dan Pemerintah Kota dalam percepatan pembangunan, khususnya membuka akses yang selama ini terbatas,” ujar Wali Kota Yamin.
Ia menjelaskan, dengan pembangunan yang dilakukan, akses transportasi antarwilayah akan semakin lancar. Hal ini turut mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pinggiran kota.
“Masih ada beberapa titik yang butuh perhatian, makanya kita terus dorong program seperti TMMD ini berlanjut. Termasuk menyusun grand design pembangunan kota agar semuanya terintegrasi,” jelasnya.
Wali Kota juga mengungkapkan, Pemko Banjarmasin mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk mendukung kegiatan TMMD kali ini.
“Kalau perlu ditingkatkan lagi, agar pelaksanaannya bisa lebih cepat dan hasilnya lebih maksimal,” ucapnya.
Sementara itu, Dandim 1007/Banjarmasin Kolonel Sigit Purwoko menyampaikan bahwa TMMD melibatkan sekitar 150 personel gabungan dari berbagai satuan TNI, Polri, serta unsur pendukung seperti Danlanal, Danlanud, Batalyon 623, Korem, dan Denzipur.
“Prioritas utama TMMD ini adalah pembukaan akses jalan di sektor pertanian. Ini sejalan dengan program swasembada pangan nasional,” ujar Sigit.
Ia menambahkan, dengan terbukanya akses tersebut, petani dapat lebih mudah membawa hasil panen ke pusat distribusi, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“TMMD bukan hanya tentang infrastruktur, tapi juga soal memperkuat fondasi ketahanan pangan dan konektivitas daerah,” pungkasnya. (Ramadan)
Editor Restu