WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai marak lagi terjadi.
Hingga saat ini, tercatat sudah ada 21 kasus kebakaran lahan yang terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie mengungkapkan, sejak Mei 2025 pihaknya telah menetapkan status siaga karhutla.
Meski saat ini Banjarbaru masih mengalami fenomena kemarau basah, namun risiko kebakaran tetap tinggi.
“Data harian dari Pusdalops mencatat total 23,2 hektare lahan telah terbakar. Dari jumlah tersebut, 8,03 hektare berhasil kami padamkan langsung di lapangan,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (22/7/2025) siang.
Zaini memastikan, situasi karhutla di Banjarbaru masih terkendali dan belum mengarah ke kondisi darurat.
Sejumlah langkah antisipatif juga sudah dilakukan, di antaranya dengan mendirikan posko induk bersama TNI-Polri dan rutin melakukan patroli di titik-titik rawan kebakaran.
“Setiap hari tim gabungan turun ke lapangan untuk memantau kondisi dan memastikan tidak ada kebakaran baru yang meluas,” tambahnya.







