WARTABANJAR.COM, BANGKOK – Dunia keagamaan Thailand sedang berguncang hebat. Seorang perempuan biasa bernama Wilawan Emsawat tiba-tiba menjadi sorotan nasional. Bukan karena ketenaran atau prestasi, melainkan karena keterlibatannya dalam dan korupsi kuil terbesar dalam sejarah modern Thailand. Skandal ini menyeret 13 biksu senior, ribuan foto-video tak senonoh, dan dugaan aliran dana dari sumbangan umat yang ditransfer ke rekening pribadi Wilawan. Media menyebut fenomena ini sebagai “Big Monk Disrobing Day”—hari di mana para biksu melepas jubah karena malu dan mengundurkan diri dari jabatan religius mereka. Dana Kuil Mengalir ke Rekening Pribadi Penyelidikan resmi menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, Wilawan berhasil meraup dana mencapai 385 juta baht atau setara Rp170 miliar. Uang itu diduga berasal dari kuil-kuil besar di Thailand melalui para biksu yang terjerat hubungan gelap dan pemerasan digital. Lebih dari 80.000 file video dan foto kompromi ditemukan di ponsel Wilawan, yang ia gunakan untuk menekan para biksu agar terus mengirim uang dan menutupi hubungan gelap mereka. BACA JUGA:LUCU! Siswa Datangi Pos Damkar Bukan karena Kebakaran, Tapi Minta Betulin HP Mati: Bergini Respons Petugas! Lembaga Buddha Diguncang, Raja Turun Tangan Sejumlah biksu senior dari kuil ternama telah melepas jubah secara publik. Otoritas keagamaan pun memulai penyelidikan internal besar-besaran. Bahkan, Raja Thailand dikabarkan mencabut sejumlah gelar keagamaan yang sebelumnya dianugerahkan kepada para tokoh yang terlibat. Pihak Kepolisian Thailand menjerat Wilawan dengan tiga pasal utama: Pemerasan Pencucian uang Pelanggaran hukum finansial agama Reaksi Netizen: Agama Tidak Salah, Manusia yang Gagal Warganet Indonesia dan Thailand membanjiri kolom komentar berita dengan berbagai reaksi: “Semua agama mengajarkan kebaikan. Ini soal moral individu, bukan agamanya.” “Biksu juga manusiaaaaa~ 🎤” “Jangan bawa nama agama. Yang korupsi hati nurani itu manusianya.” “Rp170 M buat Wilawan, 13 biksu cukup jadi ATM.” Namun ada juga komentar satir dan nyinyir: “Mana link-nya?” “Aku menyebutnya... jenius.” Skandal “Big Monk Disrobing Day” 1. Siapa Wilawan Emsawat? Wilawan, seorang wanita berusia sekitar 30–35 tahun, kini menjadi sorotan setelah ditangkap di Nonthaburi. Ia dituduh telah menjalin hubungan gelap dengan setidaknya 9–13 biksu senior, merekam perbuatan mereka, lalu memeras uang dalam jumlah sangat besar. 2. Aliran Dana Mencengangkan Penyelidikan mengungkap adanya aliran dana dari kuil dan para biksu ke rekening Wilawan, mencapai sekitar 385 juta baht (sekitar US$11,9 juta) dalam kurun tiga tahun. 3. Bukti Digital dan Pemerasan Polisi menemukan ribuan foto dan video kompromi di ponsel Wilawan—sekitar 80.000 file—yang digunakan untuk memeras para biksu. 4. Dampak pada Biksu dan Kuil Minimal sembilan biksu senior dan abbot telah melepas statusnya (disrobed), dan beberapa lainnya masih dalam penyelidikan. 5. Tuntutan Hukum Berat Wilawan kini menghadapi tuduhan serius seperti pemerasan, pencucian uang, dan menerima uang pinjaman dari komoditas ilegal. 6. Sorotan Nasional & Reformasi Skandal ini memicu kecaman masif di Thailand dan mendorong pemerintah serta kantor nasional Buddha untuk: Meninjau ulang regulasi tentang keuangan kuil Mengkaji ulang seksualitas dan perilaku biksu Membentuk sistem pelaporan publik terhadap pelanggaran biksu. Raja Thailand bahkan mencabut gelar-gelar keagamaan para biksu yang terlibat Kasus Wilawan Emsawat adalah alarm keras bahwa bahkan simbol suci pun bisa ternoda oleh hawa nafsu dan keserakahan. Masyarakat berharap skandal ini membawa reformasi moral dan transparansi dalam institusi agama, tak hanya di Thailand—tetapi juga sebagai pelajaran global.(Wartabanjar.com/merindink/theguardian.com/people.com/Hindustan Times/berbagai sumber) editor: nur muhammad