WASPADA! Ranjau Paku di Jalan Batulicin-Banjarbaru! Mobil Warga Tak Bisa Jalan, 3 Ban Kempis Seketika
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru kembali memakan korban! Sebuah video viral memperlihatkan seorang pengendara mobil putih terpaksa berhenti mendadak usai tiga ban kendaraannya kempis bersamaan akibat ranjau paku, Sabtu siang (19/7/2025).
BACA JUGA:SKANDAL SEKS PALING HOT DI THAILAND! Wanita Ini ‘Bercinta’ dengan 13 Biksu Senior, Lalu Sikat Dana Kuil Rp170 Miliar
Video tersebut pertama kali diunggah akun Instagram @tanahbumbuinfo dan langsung menyedot perhatian warganet. Dalam rekaman berdurasi singkat itu, pengendara tampak kebingungan di pinggir jalan, sementara mobilnya tak bisa melaju akibat kondisi ban yang parah.
Aksi Kriminal Terorganisir?
Warga menduga aksi ini dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja menebar paku di jalur alternatif tersebut. Tujuannya diduga untuk menjebak pengendara agar menggunakan jasa tambal ban yang mungkin sudah bekerja sama dengan pelaku.
“Ini jelas ulah terorganisir! Kenapa bisa tiga ban langsung kena?” tulis salah satu netizen geram.
“Awas kalau malam, apalagi pengendara perempuan. Bisa jadi target empuk,” tambah komentar lain.
Hati-Hati Saat Melintas!
Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru dikenal sebagai jalur padat, terutama saat akhir pekan atau libur panjang. Kasus ranjau paku ini bukan yang pertama, dan warga mendesak penindakan tegas dari aparat serta pemasangan CCTV pengawas dan patroli rutin.
Imbauan untuk Pengendara:
Hindari berkendara terlalu ke pinggir jalan
Perhatikan kondisi jalan, terutama saat sore atau malam
Segera lapor ke pihak berwenang jika melihat aktivitas mencurigakan
Siapkan ban cadangan dan alat tambal darurat
Ranjau Paku Bukan Kejadian Biasa
Kasus seperti ini bisa dikategorikan sebagai tindak pidana yang membahayakan nyawa orang lain. Selain menyebabkan kerusakan kendaraan, ranjau paku juga berisiko menyebabkan kecelakaan fatal, terutama bagi pengendara motor.(Wartabanjar.com/tanahbumbuinfo/berbagai sumber)
editor: nur muhammad