WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Setelah resmi diumumkan sebagai pasangan baru oleh PBSI, duet Dejan Ferdinansyah dan Bernadine Anindya Wardana akan langsung menghadapi ujian perdana di level internasional. Mereka dijadwalkan turun di dua turnamen bertaraf Super 100, yakni Vietnam Open dan Indonesia Masters, yang akan digelar pada September 2025. Pasangan ini menjadi sorotan karena menyatukan pengalaman Dejan yang sudah malang melintang di level BWF dengan semangat muda Bernadine, pendatang baru dari hasil seleksi nasional. Duel Debut di Vietnam Open 2025 Turnamen pertama yang akan dilakoni pasangan anyar ini adalah Vietnam Open Super 100, yang digelar di Ho Chi Minh City pada 9–14 September 2025. PBSI menargetkan pasangan ini bisa menembus minimal perempat final sebagai bagian dari adaptasi dan uji chemistry di lapangan. Pelatih ganda campuran, Nova Widianto, menyebut keikutsertaan mereka sebagai momen penting. Langsung Diterjunkan di Kandang Sendiri Tak lama berselang, Dejan dan Bernadine juga akan tampil di Indonesia Masters Super 100, yang akan digelar pada 16–21 September 2025. Turnamen ini dianggap sebagai panggung ideal untuk memperkuat kepercayaan diri sekaligus mendapatkan dukungan penuh dari publik Tanah Air. Bermain di rumah sendiri tentu jadi momentum, tapi sekaligus membawa tekanan. Terutama bagi Bernadine, yang akan melakoni turnamen internasional perdananya di depan publik Indonesia. Ujian Mental dan Chemistry Pasangan ini akan diuji dari dua sisi: teknis dan mental. Dejan dikenal sebagai pemain agresif dan dominan dari sisi belakang, sementara Bernadine akan mengemban peran vital di depan net. Kombinasi ini disebut menjanjikan, tetapi tetap membutuhkan waktu. Misi Besar di Balik Dua Turnamen Ini Keterlibatan mereka di dua turnamen beruntun bukan hanya soal debut semata, tapi bagian dari proyek jangka menengah PBSI dalam membangun regenerasi sektor ganda campuran. Dengan banyaknya pasangan senior yang stagnan atau inkonsisten, PBSI ingin memberi ruang bagi darah baru seperti Bernadine untuk berkembang. (berbagai sumber/aar)   Editor: Andi Akbar