TERBONGKAR! Akun Pilot Emirates Palsu Tipu Staf Presiden Prabowo hingga Rp48 Juta, Ternyata Namanya Marpuah!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Sosok Febrian Alaydrus, yang mengaku sebagai pilot maskapai internasional Emirates, ternyata hanyalah identitas palsu yang digunakan dalam aksi penipuan asmara alias "love scam" di media sosial.
Pelaku diketahui seorang wanita berinisial MR, bernama asli Marpuah, warga Lebak, Banten. Ia membuat akun Instagram palsu dan mencuri foto-foto pilot asli untuk menyamar sebagai pria mapan bernama Febrian Alaydrus. Targetnya: wanita-wanita terpelajar dan sukses, termasuk Kani Dwi Haryani, staf media pribadi Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA:Polsek Sungai Loban Masuk 5 Besar Nasional! Pemkab Tanah Bumbu Hadiri Visitasi Kompolnas Award 2025
Akibat tipu daya tersebut, Kani mengalami kerugian sekitar Rp 48 juta.
Modus Tipu Daya: Love Scam Berkedok Pilot Ganteng
Mengutip laporan dari iNews, berikut kronologi umum yang dijalankan pelaku:
Membuat akun Instagram palsu dengan identitas pilot Emirates.
Menggunakan foto curian dari internet yang tampak profesional dan meyakinkan.
Menjalin hubungan intens via direct message (DM) dengan gaya romantis.
Mengaku mengalami kondisi darurat dan meminta uang secara bertahap.
Menghapus jejak digital dan menyembunyikan bukti transaksi.
Terungkap! Pelaku Ditangkap Polda Metro Banten
Kecurigaan korban yang mulai sadar dengan kejanggalan komunikasi berujung pada laporan resmi ke polisi. Berkat laporan itu:
Polda Metro Banten berhasil menangkap pelaku di kediamannya.
Polisi menyita iPhone dan sejumlah barang bukti elektronik.
Diduga ada lebih dari satu korban, karena ditemukan riwayat percakapan dengan akun-akun berbeda.
Waspada! Begini Ciri-Ciri Akun Love Scam
Belajar dari kasus ini, berikut beberapa ciri umum akun palsu love scam:
Mengaku sebagai profesional mapan (pilot, tentara, dokter), biasanya dari luar negeri.
Menggunakan foto profil yang terlalu sempurna dan sulit diverifikasi.
Cepat membangun ikatan emosional dan berbicara soal pernikahan.
Menghindari video call atau pertemuan langsung.
Meminta uang dengan alasan mendesak, lalu menghilang.
Kasus Febrian Alaydrus membuka mata publik tentang bahaya penipuan cinta digital yang mengincar siapa saja, bahkan staf Presiden sekalipun. Identitas palsu, rayuan manis, dan skenario dramatis jadi senjata utama para pelaku untuk meraup keuntungan.
Jika kamu pernah menerima DM mencurigakan dari "profesi bergengsi", waspadalah! Jangan kirim uang atau data pribadi tanpa verifikasi mendalam.(Wartabanjar.com/duniahariini17/inews.id/facebook/berbagai sumber)
editor: nur muhammad