WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Aksi unjuk rasa melibatkan ribuan orang dari berbagai negara dijadwalkan bakal terjadi di perbatasan Rafah, Mesir pada 15 Juni 2025 ini untuk membobol blokade Israel terhadap Gaza. Rombongan kini sedang di jalan menggunakan berbagai kendaraan darat dan laut melewati berbagai negara. Hingga hari ini, Kamis (12/6/2025) dilaporkan telah ada lebih dari 10 ribu orang mengikuti konvoi yang disebut gerakan Global March to Gaza atau The Sumud Convoy. Mereka berasal dari 54 negara, di antaranya adalah Tunisia, Malaysia, Belanda,  Argentina, Brasil, Chile, Prancis, Jerman, Yunani, AS, Polandia, Portugal, Slovakia, Swedia, Swiss, Inggris, Afrika Selatan, Pakistan, Vietnam, dan sebagainya. Peserta konvoi ini terdiri dari para aktivis, mahasiswa, dokter, pengacara, hingga warga sipil dari Tunisia dan negara sekitar, termasuk puluhan warga Irlandia. Konvoi yang berangkat dari Tunisia, Sousse, Sfax, dan Gabès, melintasi Libya, Mesir, Kairo, Al-Arish, dan Sinai. Mengutip Instagram @globalmarchtogaza, rombongan ini ditargetkan tiba di perbatasan Rafah pada 13–15 Juni 2025. Beredar juga postingan di Instagram, banyak anggota rombongan motor gede dari Oslo, Norwegia, turut serta dalam rombongan tersebut. Tak hanya itu, banyak warga Belanda turut berkumpul di bandar udara setempat sembari mengibarkan bendera Palestina untuk ikut konvoi. Mengutip berbagai sumber, aksi ribuan massa internasional ini setelah heboh peristiwa pelayaran 12 aktivis dari berbagai negara dalam misi Gaza Freedom Flotilla Coalition menggunakan kapal Madleen yang mengarungi laut dari Pelabuhan Catania, Sisilia, Italia pada 1 Juni 2025 lalu menuju Gaza. Namun mendekat Gaza, tepatnya di perairan internasional dekat Mesir, kapal ini dicegat oleh pasukan Israel dan para pendukungnya. Ke 12 orang itu kemudian ditangkap. Namun karena peristiwa itu lalu membangkitkan semangat ribuan orang dari 54 negara itu untuk turut membantu kemerdekaan Palestina dengan membobol Perbatasan Rafah yang dijaga ketat Israel. Tujuan mereka adalah untuk membobol pintu perbatasan dan membagikan bantuan kemanusian yang menumpuk di perbatasan karena ditahan selama berbulan-bulan oleh tentara Israel serta menghentikan penjajahan dan genosida Israel terhadap rakyat Palestina (yayu) Editor: Yayu