WARTABANJAR.COM, KHERSON – Pada 5 Juni 2025, Angkatan Udara Rusia melancarkan serangan udara yang menghantam Gedung Administrasi Negara Regional Kherson di Distrik Korebelnyi, Ukraina. Serangan ini menggunakan pesawat tempur generasi kelima Sukhoi Su-57 yang dilengkapi dengan rudal jelajah KH-59 dan bom luncur presisi KAB-1500S-E. Menurut laporan dari The Odessa Journal, empat bom udara berpemandu menghantam pusat kota Kherson, merusak gedung administrasi regional dan bangunan sekitarnya. Dua pria berusia 74 dan 68 tahun dilaporkan terluka dan sedang dalam perawatan medis. Selain itu, empat orang berhasil diselamatkan dari ruang bawah tanah yang terblokir tanpa memerlukan bantuan medis. BACA JUGA:NETIZEN HEBOH! Ayu Ting Ting Kurban 3 Sapi Limosin, Turun Langsung Jadi β€œNeng Jagal” Profil Senjata: KH-59 dan KAB-1500S-E KH-59, dikenal dengan nama kode NATO "Kingbolt", adalah rudal jelajah udara-ke-darat yang dirancang untuk menyerang target darat dan maritim dengan presisi tinggi. Varian terbaru, KH-59MK2, memiliki jangkauan hingga 285 km dan dilengkapi dengan sistem pemandu canggih. Sementara itu, KAB-1500S-E adalah bom berpemandu presisi seberat 1.500 kg yang dirancang untuk menghancurkan target dengan akurasi tinggi. Bom ini telah digunakan dalam berbagai konflik oleh Angkatan Udara Rusia. Reaksi Netizen Serangan ini memicu berbagai reaksi dari netizen di media sosial. Beberapa di antaranya memberikan komentar seperti: "πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘" "πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯" "Go Russia go" "Pemanasan πŸ”₯" "Belum seberapa Om Putin πŸ™Œ israhell lebih ngeri πŸ”₯" "Alhamdulillah,,,,🀲" Komentar-komentar ini mencerminkan beragam pandangan publik terhadap eskalasi konflik di wilayah tersebut.(Wartabanjar.com/odessa-journal.com/militarynewsinternational/berbagai sumber) editor: nur muhammad