KRONOLOGI LENGKAP Wafatnya Ustaz Yahya Waloni saat Khutbah Iduladha di Makassar, "Jemaah Saksi Detik-Detik Haru!"
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MAKASSAR – Duka menyelimuti umat Islam di Makassar. Ustaz Dr. H.M. Yahya Yopie Waloni, S.Th., M.Th., pendakwah yang dikenal sebagai mantan pendeta dan pejuang dakwah lantang, wafat dalam kondisi penuh kemuliaan saat menyampaikan khutbah Iduladha, Jumat (6/6/2025), di Masjid Darul Falah, Minasa Upa, Makassar.
Peristiwa menggetarkan hati ini terjadi di tengah khutbah kedua. Suasana yang semula khusyuk mendadak berubah menjadi panik saat Ustaz Yahya tiba-tiba terdiam, tubuhnya melemas, lalu ambruk di atas mimbar.
Sejumlah jemaah dengan sigap memberikan pertolongan pertama, termasuk melakukan pompa jantung sebelum membawanya ke RS Bahagia yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari masjid. Namun takdir berkata lain, sang dai mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Wafat Saat Menyampaikan Kalimat-Kalimat Allah
Ustaz Dasad Latif, dai ternama asal Makassar, turut mengungkapkan rasa duka mendalam atas kepergian sahabatnya. Ia mengenang Ustaz Yahya sebagai sosok pemberani yang memilih jalan berat dalam berdakwah: nahi munkar.
“Sedikit sekali orang yang berani mengambil jalur nahi munkar dalam dakwah. Beliau, Ustaz Yahya Waloni, adalah salah satu dari sedikit itu. Saya yakin beliau wafat dalam kemuliaan, di hari yang mulia, dan dalam tugas mulia,” ujar Ustaz Dasad.
BACA JUGA:VIRAL! Aksi Kejar-kejaran Polisi dan Mobil Pembawa Rokok Ilegal Berujung Tabrakan Hebat di Bangkalan
Sosok Ustaz Yahya Waloni dikenal luas sebagai dai independen yang berdakwah dengan biaya sendiri. Seperti halnya almarhum Ustaz Yazid, ia sering mengunjungi daerah-daerah terpencil tanpa pamrih, membagikan buku dakwah secara cuma-cuma dan tetap teguh meski menghadapi berbagai fitnah dan tekanan.
Kronologi Lengkap Detik-Detik Wafatnya Ustaz Yahya
Menurut keterangan Harfan Jaya Sakti (39), sekretaris pengurus Masjid Darul Falah sekaligus saksi mata, insiden itu terjadi begitu cepat. Saat itu, khutbah kedua sedang berlangsung. Ustaz Yahya sempat menekankan pentingnya tauhid, bershalawat atas Nabi, dan menyampaikan pesan keimanan terkait pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail.
“Beliau berdiri lagi untuk khutbah kedua setelah duduk sejenak, menyampaikan pesan yang sangat menyentuh tentang keimanan. Tapi sebelum doa penutup, beliau mendadak memegang dada dan ambruk,” ujar Harfan yang duduk di shaf pertama.
Kepanikan langsung melanda. Imam, panitia, dan jamaah di shaf depan segera naik ke mimbar untuk memberikan pertolongan. Ustaz Yahya sempat terlihat membuka mata, namun tak bersuara. Ia diduga mengalami sakaratul maut di atas mimbar.
Khutbah Terakhir Sang Dai Pejuang
Sebelum mengisi khutbah Jumat di Masjid Darul Falah, Ustaz Yahya telah menyampaikan khutbah Iduladha di salah satu masjid pusat Kota Makassar. Ia dan istrinya, Sitti Mutmainnah (34), menginap di Hotel Prima, Jl. Dr. Sam Ratulangi, berjarak sekitar 9,7 km dari masjid.
Sekitar pukul 10.30 WITA, panitia masjid menjemput beliau ke lokasi. Bahkan, Ustaz Yahya masih sempat menyaksikan penyembelihan hewan kurban di halaman masjid. Sementara istrinya dijamu oleh salah satu takmir masjid yang tinggal tidak jauh dari lokasi.
Pukul 11.30 WITA, Ustaz Yahya masuk ke masjid, duduk di shaf pertama sambil membaca Surah Al-Kahfi dan berdzikir. Setelah azan zuhur berkumandang pukul 12.05 WITA, ia naik ke mimbar menyampaikan khutbah dengan tema “Kekuatan Iman dan Pengorbanan.”
Khutbah berjalan lancar selama kurang lebih 15 menit. Jamaah memenuhi masjid hingga lantai dua. Namun, tepat di penghujung khutbah kedua, tragedi terjadi.
“Saya kira beliau hendak mengambil air minum, tapi ternyata jatuh di mimbar,” ujar Harfan dengan suara berat.
Dilarikan ke Klinik, Tapi Takdir Berkehendak Lain
Ustaz Yahya segera dibawa ke Klinik RS Bahagia yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari masjid. Namun, pihak masjid tidak mengetahui pasti apakah sang ustaz wafat di dalam masjid atau dalam perjalanan menuju klinik.
“Sudah tak sadar waktu diangkat. Kami belum tahu, beliau wafat di masjid atau di UGD,” ujar Harfan.
Pukul 12.35 WITA, evakuasi dilakukan. Ibadah salat Jumat sempat terhenti, kemudian dilanjutkan pada pukul 13.46 WITA setelah panitia dan warga pengantar kembali dari klinik.
Pukul 14.00 WITA, salat Jumat usai dan kabar duka menyebar di antara jamaah. Pukul 13.45 WITA, jenazah Ustaz Yahya kembali dibawa ke masjid dengan ambulans. Istrinya tampak duduk di bagian belakang kendaraan dalam keadaan terpukul.
Jenazah sempat disemayamkan di samping mimbar tempat beliau menghembuskan napas terakhir. Rencananya, jenazah akan dimandikan, dikafani, dan diterbangkan ke kediaman almarhum di Jakarta.
Dai yang Wafat dalam Khutbah, Simbol Keteguhan di Jalan Dakwah
Wafatnya Ustaz Yahya Waloni menjadi bukti nyata keteguhan dalam berdakwah hingga akhir hayat. Ia dikenal sebagai dai yang rela menggunakan biaya pribadi demi menyebarkan dakwah ke pelosok, serta membagikan buku-buku agama secara gratis.
Meski kerap difitnah dan dikritik, almarhum tetap teguh di jalur dakwah. Seperti halnya Ustaz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, almarhum meninggal dalam keadaan berdakwah – sebuah kematian yang penuh kemuliaan di mata umat.(Wartabanjar.com/terkinidotid/berbagai sumber)
editor: nur muhammad