WARTABANJAR.COM – Empat pendaki mengalami insiden mengerikan saat menjelajah kawasan Tambang Lama Gunung Poboya–Uwentumbu, Kawatuna, pada Sabtu malam (24/5/2025). Dua pria berhasil menyelamatkan diri dalam kondisi terluka, sementara dua perempuan lainnya diduga disandera oleh dua pelaku bersenjata tajam. Tim Patroli Perintis Presisi dari Dit Samapta Polda Sulawesi Tengah kini berpacu dengan waktu, menyisir medan berbahaya untuk menyelamatkan para korban. Operasi penyelamatan terus dilakukan di tengah kondisi geografis yang sulit dan minim penerangan. Kejadian ini sontak mengundang perhatian luas dari masyarakat. Warganet membanjiri media sosial dengan berbagai komentar, sebagian besar menyayangkan tindakan para pendaki yang melakukan perjalanan di malam hari. BACA JUGA:Viral Pria Ngamuk Bawa Sajam di Pengaron Berikut beberapa reaksi netizen: "Itu serius mendaki? Kenapa juga malam-malam ke situ? Haduh..." "Turut prihatin. Tapi sekadar mengingatkan, bahkan di tengah kota saja sekarang rawan, apalagi naik gunung malam hari. Pikir ribuan kali demi keselamatan diri sendiri." "Lokasi kejadian di jalur pendakian Gunung Tanamorame, sekian infonya min." "Jadi bagaimana nasib dua cewek itu min? Kasihan 😢." "Saya lihat dari gunung sebelah ada yang mengarahkan senter, saya kira cuma iseng, ternyata..." 😢😢 "Ih, kenapa Palu jadi begini? Saya orang Palu jadi malu. Kota sudah ditata rapi, eh dirusak sendiri. Ini lagi, mau mendaki saja harus was-was!" "Semoga cepat ditemukan dalam kondisi selamat 😢." "Ngapain dua cewek di sana malam-malam?" "Tadi saya lihat ada tiga titik cahaya: satu di dekat puncak, dua di sabana, dan satu lagi di arah turun. Dari Bulu Masomba." Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai identitas para pelaku maupun kondisi terakhir dua pendaki perempuan yang diduga disandera. Pihak kepolisian masih terus melakukan pencarian intensif.(Wartabanjar.com/sekitar.palu/berbagai sumber) editor: nur muhammad