Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan museum HAM. Menurutnya, minimnya fasilitas semacam itu di Indonesia yang saat ini hanya ada di Jakarta, menyulitkan masyarakat untuk memahami catatan kelam sejarah bangsa secara utuh.
“Dengan museum HAM, akses literasi sejarah akan lebih terbuka. Ini penting agar generasi muda bisa belajar dari masa lalu,” jelas Syamsu.
Aspirasi-aspirasi tersebut, tambah Syamsu telah dirangkum dalam bentuk tulisan yang nantinya akan disebarluaskan kepada publik sebagai bentuk komitmen pemuda Banjarbaru untuk terus mengawal isu-isu kemanusiaan.
“Diskusi ini diharapkan mampu membangkitkan kesadaran masyarakat untuk tetap peduli terhadap sejarah dan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya,” pungkasnya. (IKhsan)
Editor Restu







