WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Sejumlah ide dan harapan muncul dalam forum diskusi “Bincang Insan Refleksi Diskusi Jumat Kelabu” yang digelar di Relung Coffee, Jumat (23/5/2025) malam.
Berbagai aspirasi disuarakan, mulai dari pembangunan monumen peringatan tragedi Jumat Kelabu, pemugaran makam massal korban, hingga usulan pendirian museum Hak Asasi Manusia (HAM) di Banjarbaru.
Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kepemudaan, dan Keagamaan (PTKP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjarbaru, Syamsu Rizal menekankan pentingnya restorasi makam massal sebagai bagian dari upaya memperkuat ingatan kolektif.
Baca Juga
5 PSK Diamankan Sat Pol PP Banjarbaru dari Eks Lokalisasi Pembatuan
“Monumen itu bisa menjadi penanda sejarah. Meski tragedi ini terjadi puluhan tahun lalu, simbolnya akan terus mengingatkan generasi berikutnya,” ungkap Syamsu.
Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan museum HAM. Menurutnya, minimnya fasilitas semacam itu di Indonesia yang saat ini hanya ada di Jakarta, menyulitkan masyarakat untuk memahami catatan kelam sejarah bangsa secara utuh.
“Dengan museum HAM, akses literasi sejarah akan lebih terbuka. Ini penting agar generasi muda bisa belajar dari masa lalu,” jelas Syamsu.
Aspirasi-aspirasi tersebut, tambah Syamsu telah dirangkum dalam bentuk tulisan yang nantinya akan disebarluaskan kepada publik sebagai bentuk komitmen pemuda Banjarbaru untuk terus mengawal isu-isu kemanusiaan.







