“Subhanallah, Allahu Akbar, jasad beliau masih utuh, masih lengkap, belum mengalami pembusukan,” ungkap Kepala Desa Cikondang, Eros Rosita, seperti dilansir dari Pikiran Rakyat.
Fenomena jasad yang tetap utuh setelah bertahun-tahun dikenal dengan istilah adiposera atau adipocere, di mana jaringan lemak tubuh berubah menjadi zat seperti lilin yang dikenal sebagai ‘lilin mayat’. Namun, bagi warga Cikondang, kejadian ini dianggap sebagai tanda kesalehan dan keberkahan dari sang kiai semasa hidupnya.
Peristiwa ini pun menjadi viral di media sosial, dengan banyak netizen yang mengungkapkan rasa takjub dan mengaitkannya dengan amal baik Kiai Muhajar selama hidupnya. Beberapa warga bahkan meneteskan air mata, menganggap kejadian ini sebagai momen spiritual yang memperkuat keimanan mereka.(Wartabanjar.com/newstasikmalayacom/Pikiran Rakyat/Kabar Tasikmalaya)
editor: nur muhammad












