Sisi Positif dan Negatifnya Berbagi Takjil Gratis di Jalan Saat Ramadhan, ini Kata Ustadz
Ukuran Huruf:
Sisi minus lainnya munculnya sifat riya, terutama jika niatnya bersedekah agar diketahui orang banyak.
Padahal, katanya, itu adalah sifat terlarang dalam Islam.
Dengan demikian, apabila melihat dan mengukur plus dan minusnya pembagian takjil on the road, maka sudah selayaknya kegiatan tersebut dialihkan ke tempat yang tepat, yaitu masjid dan musala.
Ada beberapa alasan yang perlu diketahui dari pembagian takjil ini.
Di antaranya seseorang akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda sebab memberi makan dan minum orang yang berpuasa, juga akan mendapatkan pahala karena mereka tercatat sebagai orang yang sudah memakmurkan masjid.
"Memakmurkan masjid jelas ada perintah dari Allah dan Rasulullah. Kita diperintahkan memakmurkan masjid bukan memakmurkan jalan," tuturnya.
Pahala lain juga didapatkan sebab memberi sedekah kepada orang-orang yang sedang mengaji ilmu di masjid atau musala.
Manfaat pembagian takjil di masjid adalah sebagai bagai syiar Islam.
Manfaat lainnya, masjid atau musala tersebut menjadi lebih makmur oleh kegiatan keagamaan dan dipastikan juga aman dari berbagai kecelakaan lalu lintas.
"Tepat sasaran karena orang yang datang ke masjid untuk mengikuti pengajian menjelang buka puasa adalah orang yang memang bertujuan mencari ilmu dan niat untuk salat berjemaah,” paparnya.
Bagi umat Islam yang berpuasa dan sedang dalam perjalanan, bisa mampir ke masjid untuk mendapatkan takjil gratis sekaligus ikut salat magrib berjemaah.
Dengan demikian, jika mengukur tingkat kemashlahatan yang ada antara takjil on the road dengan takjil on the mosque lebih banyak maslahat atau manfaatnya di masjid atau musala.
"Untuk itu, maka sudah selayaknya kita mengalihkan kegiatan takjil on the road menjadi takjil on the mosque," pungkasnya. (berbagai sumber)
Editor: yayu