Timnas Kalah, Meme Lucu Meluncur, "STY Tertawa Sambil Tunjuk Erick!"
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM - Usai Timnas Indonesia dihajar Australia 1-5 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, netizen langsung bereaksi dengan cara khas mereka: membuat meme yang lucu sekaligus menyakitkan!
Salah satu yang viral adalah unggahan akun @sptraabdi96, yang memasang foto Shin Tae-yong (STY) tertawa sambil menunjuk ke depan. Yang membuatnya semakin kocak, arah tunjukannya tepat ke Erick Thohir yang sedang bersandar di dinding dengan wajah murung.
Netizen pun menambahkan caption pedas yang bikin perih, "Mamapus kalah auwokwokwok."
Netizen: "Gak Bisa Menang, Bisa Bikin Meme!"
Tak hanya satu, berbagai meme kocak lainnya pun bermunculan. Seperti yang diunggah akun @AR49INA, ia menyandingkan wajah STY dengan meme "tawa dalam duka," ada juga yang menggambarkan Timnas Indonesia sebagai "tim yang suka memberi harapan palsu."
Di tengah tawa dan tangis netizen, media Australia turut menyoroti performa Timnas Indonesia yang dinilai masih jauh dari kata kompetitif di level Asia.
Media Australia Soroti Performa Timnas
Kekalahan telak ini membuat Timnas Indonesia menjadi bahan perbincangan media Australia. Kolumnis olahraga Sydney Morning Herald, Vince Rugari, mengkritisi permainan skuad Garuda dari berbagai aspek, termasuk kelemahan mendasar dalam bertahan dan serangan yang kurang efektif.
Naturalisasi vs Pemain Lokal, Mana yang Lebih Baik?
Salah satu poin utama dalam sorotan adalah dominasi pemain naturalisasi di skuad utama. Dari sebelas pemain utama, hanya satu yang benar-benar lahir di Indonesia. Media Australia bahkan menyindir bahwa beberapa pemain naturalisasi Indonesia mungkin belum pernah menginjakkan kaki di Tanah Air sebelum resmi menjadi WNI.
"Dean James baru dinaturalisasi sepuluh hari lalu. Ia mungkin sebelumnya belum pernah ke Indonesia, berbeda dengan warga Australia yang lebih sering ke Bali," sindir Rugari seperti dikutip dari beritasatu.com.
BACA JUGA:Timnas Indonesia Dipermalukan! Media Australia Bongkar Kelemahan Garuda
Penalti Gagal, Garuda Tumbang
Timnas Indonesia sebenarnya memulai laga dengan agresif dan mendapatkan penalti pada menit ke-7. Namun, Kevin Diks gagal mengeksekusi peluang emas ini. "Jika penalti ini masuk, jalannya pertandingan bisa saja berbeda," tulis laporan media tersebut.
Kesalahan di lini belakang juga jadi faktor besar dalam kekalahan ini. Nathan Tjoe-A-On melakukan pelanggaran yang berujung penalti bagi Australia pada menit ke-17, semakin memperburuk keadaan.
Menguasai Bola, Tapi Tanpa Penyelesaian
Media Australia juga mencatat bahwa meskipun Timnas Indonesia memiliki penguasaan bola yang cukup baik, efektivitas serangan masih jauh dari memadai. "Menguasai bola saja tidak cukup, tanpa penyelesaian akhir yang tajam, tim ini sulit bersaing di level internasional," tulis Sydney Morning Herald.
Dengan kekalahan ini, Timnas Indonesia dihadapkan pada tantangan besar untuk berbenah. Jika tidak ada perbaikan signifikan di lini pertahanan dan serangan, maka di laga-laga berikutnya, bukan cuma skor yang menyakitkan—meme pedas dari netizen pun akan terus berdatangan!
(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad
Media Australia Soroti Performa Timnas
Kekalahan telak ini membuat Timnas Indonesia menjadi bahan perbincangan media Australia. Kolumnis olahraga Sydney Morning Herald, Vince Rugari, mengkritisi permainan skuad Garuda dari berbagai aspek, termasuk kelemahan mendasar dalam bertahan dan serangan yang kurang efektif.
Naturalisasi vs Pemain Lokal, Mana yang Lebih Baik?
Salah satu poin utama dalam sorotan adalah dominasi pemain naturalisasi di skuad utama. Dari sebelas pemain utama, hanya satu yang benar-benar lahir di Indonesia. Media Australia bahkan menyindir bahwa beberapa pemain naturalisasi Indonesia mungkin belum pernah menginjakkan kaki di Tanah Air sebelum resmi menjadi WNI.
"Dean James baru dinaturalisasi sepuluh hari lalu. Ia mungkin sebelumnya belum pernah ke Indonesia, berbeda dengan warga Australia yang lebih sering ke Bali," sindir Rugari seperti dikutip dari beritasatu.com.
BACA JUGA:Timnas Indonesia Dipermalukan! Media Australia Bongkar Kelemahan Garuda
Penalti Gagal, Garuda Tumbang
Timnas Indonesia sebenarnya memulai laga dengan agresif dan mendapatkan penalti pada menit ke-7. Namun, Kevin Diks gagal mengeksekusi peluang emas ini. "Jika penalti ini masuk, jalannya pertandingan bisa saja berbeda," tulis laporan media tersebut.
Kesalahan di lini belakang juga jadi faktor besar dalam kekalahan ini. Nathan Tjoe-A-On melakukan pelanggaran yang berujung penalti bagi Australia pada menit ke-17, semakin memperburuk keadaan.
Menguasai Bola, Tapi Tanpa Penyelesaian
Media Australia juga mencatat bahwa meskipun Timnas Indonesia memiliki penguasaan bola yang cukup baik, efektivitas serangan masih jauh dari memadai. "Menguasai bola saja tidak cukup, tanpa penyelesaian akhir yang tajam, tim ini sulit bersaing di level internasional," tulis Sydney Morning Herald.
Dengan kekalahan ini, Timnas Indonesia dihadapkan pada tantangan besar untuk berbenah. Jika tidak ada perbaikan signifikan di lini pertahanan dan serangan, maka di laga-laga berikutnya, bukan cuma skor yang menyakitkan—meme pedas dari netizen pun akan terus berdatangan!
(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad