Bagimana Keabsahan Puasa Tanpa Sahur? Ada Manfaat, Hikmah, dan Anjuran
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM – Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menyantap sahur sebelum berpuasa, baik puasa wajib maupun sunnah. Sahur memiliki tujuan penting, yaitu menambah stamina dan energi untuk menjalani aktivitas puasa. Namun, bagaimana jika seseorang tidak menyantap sahur karena lupa? Apakah puasanya tetap sah?
Puasa Tetap Sah Tanpa Sahur
Ustadz Abdul Kadir Jailani, pengajar di Pondok Pesantren Darussalam Bermi, Kabupaten Lombok Barat, NTB, menjelaskan bahwa sahur adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Meski demikian, jika seseorang lupa sahur, hal tersebut tidak memengaruhi keabsahan puasanya.
“Berpuasa tanpa makan sahur tidak berpengaruh pada keabsahan puasanya, hanya saja tidak mendapatkan pahala atau keutamaan sahur yang disunnahkan,” ungkap Ustadz Kadir, sebagaimana dikutip di NU.
Pentingnya Sahur Menurut Sunnah
Walaupun tidak wajib, perintah untuk menyantap sahur sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW melalui sabda-sabda beliau yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Nabi SAW pernah bersabda:
“Makan sahurlah kamu, sesungguhnya pada makan sahur terdapat keberkahan.”
Selain sebagai sumber keberkahan, sahur juga memiliki hikmah tersendiri, yakni untuk menjaga kesehatan fisik selama berpuasa. Hal ini ditegaskan dalam Kitab Hasyiah At-Tarmasi jilid V, yang menyebutkan bahwa sahur berperan dalam menguatkan fisik umat yang menjalankan puasa serta sebagai pembeda dengan umat Ahlul Kitab yang tidak mengutamakan hal tersebut.
Waktu Sahur yang Dianjurkan
Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyantap sahur pada waktu pertengahan malam hingga menjelang fajar. Meskipun mengakhirkan sahur termasuk dalam sunnah, disarankan agar tidak terlalu mendekati waktu imsak guna menghindari keraguan apakah waktu sahur masih berlaku atau telah berakhir.
Ustadz Kadir merujuk pada Kitab Taqrirat As-Sadidat bahwa, sebaiknya sahur telah selesai kurang lebih 15 menit sebelum fajar tiba.
Kesimpulan
Menyantap sahur memang sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan dan manfaat kesehatan yang signifikan selama puasa. Namun, jika seseorang lupa atau tidak sempat sahur, puasanya tetap sah dan tidak batal. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk tetap menjaga keutamaan sahur sebagai bagian dari sunnah Nabi SAW dan mendapatkan berbagai hikmah yang terkandung di dalamnya.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad