1. Impor Minyak Mentah
  2. Impor BBM melalui broker
  3. Pemberian subsidi dan kompensasi
  1. Ekspor Minyak Mentah Dalam Negeri: sekitar Rp35 triliun
  2. Impor Minyak Mentah melalui DMUT/Broker: sekitar Rp2,7 triliun
  3. Impor BBM melalui DMUT/Broker: sekitar Rp9 triliun
  4. Pemberian Kompensasi: sekitar Rp126 triliun
  5. Pemberian Subsidi: sekitar Rp21 triliun
  1. Riva Siahaan (RS): Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga
  2. Yoki Firnandi (YF): Direktur Utama PT Pertamina International Shipping
  3. Sani Dinar Saifuddin (SDS): Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional
  4. Agus Purwono (AP): VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional
  1. MKAR: Beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa
  2. DW: Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim
  3. GRJ: Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak
  4. Kejagung terus mendalami kasus ini dengan menggandeng para ahli keuangan guna memastikan angka kerugian negara yang sebenarnya.
  1. Yoki Firnandi (YF) - Direktur Utama PT Pertamina International Shipping.
  2. SDS - Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional.
  3. AP - VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional.
  4. MKAR - Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa.
  5. DW - Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim.
  6. GRJ - Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.