Menurutnya yang terpenting selama Ramadhan adalah kualitas ibadahnya, bukan soal sekolah diliburkan atau tidak. Untuk keputusan libur satu bulan di sekolah, masih menunggu perkembangan.
“Yang jelas bahwa libur atau tidak libur, sama-sama kita berharap berkualitas ibadahnya. Bagi saya, itu yang paling penting. Ramadan itu adalah konsentrasi bagi umat Islam,” katanya.
Ia berharap bulan Ramadhan mendatang bisa lebih berkualitas bagi anak-anak. Semua siswa bisa mengamalkan amalan-amalan sosial agama Islam, bukan sekadar teori di sekolah.
“Kami berharap mudah-mudahan Ramadan kali ini bisa lebih berkualitas. Kualitasnya itu ada anak-anak kita bisa lebih berkonsentrasi, mengaji, menghafal Quran, mengamalkan amalan-amalan sosial agama Islam, tidak hanya teori ya di sekolah,” tandasnya.(berbagai sumber)
Editor Restu







