WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kabar gembira baik bagi para guru ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun guru non-ASN.
Tunjangan mereka dinaikkan dan uangnya ditransfer langsung ke rekening-masing.
Adapun besarannya, menurut Mendidasmen Abdul Mu’ti, untuk guru ASN setara atau sebanyak satu kali gaji pokok.
Sementara guru-ASN, tunjangannya dinaikkan dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta atau naik Rp500.000.
Kabar tersebut diungkapkan Abdul Mu’ti di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
“Yang berbeda juga sebagai terobosan adalah tunjangan dan gaji itu ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan. Nah, ini yang membedakan dengan kebijakan sebelumnya dan ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis dan agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan yang ke rekening guru setiap bulan,” ujarnya.
Baca Juga: Bocah 12 Tahun Rela Terseret Sejauh 1 Kilometer demi Pertahankan Motor Milik Ibu
Baca Juga: Calon Rektor ULM Hanya Prof Ahmad, Dr Iwan dan Prof Muthia, Keputusan Pilrek di Mendiksaintek
Selain soal kenaikan tunjangan, Abdul Mu’ti juga mengungkapkan pemerintah akan memberikan beasiswa untuk 150 ribu guru.
Beasiswa ini ditujukan untuk para guru yang belum menempuh Pendidikan D4 (Diploma 4) atau S1 (Sarjana Strata Satu).
“Nominal beasiswa seperti 2025, Rp 3 juta per semester. Sekarang masih proses pendaftaran karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini,” ujarnya.






