Sementara itu, suasana jalanan Seoul semakin panas. Puluhan ribu pengunjuk rasa telah berkumpul di dekat Majelis Nasional, dengan sebagian memilih bermalam di tengah cuaca dingin. Jajak pendapat terbaru menunjukkan dukungan untuk Yoon Suk-yeol berada pada titik terendah, yaitu hanya 13 persen.

Proklamasi darurat militer Yoon disebut-sebut sebagai langkah untuk melindungi Korea Selatan dari ancaman komunis Korea Utara. Namun, langkah ini justru memicu kekhawatiran domestik dan internasional, mengingat tentara hampir berhasil menyegel Majelis Nasional serta mencoba menahan politisi penting. 

Kondisi tersebut yang membuat kini Presiden Korea Selatan hadapi pemakzulan oleh parlemen.(pwk)