WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Sejumlah bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan memutihkan kredit macet alias penghapusan piutang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masuk dalam kriteria. Pemutihan kredit macet tersebut menyusul terbitnya payung hukum yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet kepada UMKM yang sudah diteken Presiden Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman usai acara Entrepreneur Hub di Universitas Trisakti, Jakarta, Kamis (28/11/2024). Menurut Maman, proses pemutihan kredit ini tinggal menunggu eksekusi dari bank pelat merah terkait. "Kalau data yang sekarang, yang sudah ready ya, yang tinggal jalan, sudah diverifikasi semuanya kurang lebih sudah ada sekitar 70 ribuan pengusaha UMKM," katanya kepada wartawan. Baca juga: Besok Sertijab Kapolda Kalsel Dipimpin Kapolri, Brigjen Rosyanto Yudha Resmi Gantikan Irjen Pol Winarto Himbara, kata dia, hanya perlu menyelesaikan aturan internal terkait penghapusan utang UMKM. Lalu prosesnya akan dilanjutkan dengan pelaporan daftar pelaku usaha yang utangnya akan dihapuskan ke para pemegang saham masing-masing bank. Setelah mendapat persetujuan dari para pemegang saham, Himbara terkait akan langsung memutihkan utang-utang UMKM terdaftar melalui penghapusbukuan piutang perbankan. "Nah sekarang untuk penghapus tagihan, ini akan dilaporkan di Rapat Umum Pemegang Saham di masing-masing bank Himbara, selesai itu done, jalan," paparnya seperti dikutip Wartabanjar.com. Jumlah UMKM yang utangnya akan diputihkan, sambung Menteri Maman, dapat terus bertambah seiring proses konsolidasi dan verifikasi data yang dilakukan oleh Kementerian bersama bank pelat merah. Baca juga: Wilayah Jakarta Terendam Banjir, Wapres Bilang Begini: "Ada potensi bertambah, tergantung nanti silahkan itu semua datanya ada di bank Himbara masing-masing," ucapnya. Namun demikian, ia belum bisa menyebutkan berapa total utang yang akan dihapuskan itu. "Nah (untuk totalnya), saya belum bisa bilang berapa jumlahnya, tapi kurang lebih sekitar 70 ribuan pengusaha UNKM first batch ya, kita tidak tahu nanti karena datanya masih dikonsolidasi ke bank Himbara. Sementara kurang lebih 70 ribuan, jumlahnya nanti kita lihat," imbuh Menteri Maman. (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko