Bahlil Dapat Tugas Khusus Akhiri Pemadaman Listrik Bergilir di Kalsel dan Kalteng
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Setelah pemadaman listrik bergilir di Kalsel dan Kalteng berlangsung lebih dari sebulan, Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Ia memberi tugas khusus kepada Bahlil Lahadalia untuk segera menyelesaikan permasalahan yang sangat merugikan masyarakat di kedua provinsi tersebut.
Selama ini, keluhan, kecaman bahkan unjuk rasa berulang kali disuarakan masyarakat di kedua provinsi bertetangga itu sebagai bentuk respons negatit mereka terhadap pemadaman listrik bergilir tersebut.
Bahkan, terkait itu pula LBH Borneo Nusantara telah mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin.
Penugasan untuk Bahlil Lahadalia diberikan Prabowo dalam rapat terbatas yang juga dihadiri Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto dan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria, di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Seusai rapat, Bahlil mengatakan Presiden meminta agar permasalahan tersebut segera diselesaikan melalui koordinasi dengan PLN.
Ia mengungkapkan, berdasar informasi yang diterimanya dari PLN, gangguan listrik tersebut bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan energi, melainkan berkaitan dengan pekerjaan pemeliharaan.
“Menurut informasi dari PLN, itu terkait dengan pemeliharaan, bukan persoalan energinya. Energinya eggak ada masalah. Jadi ada pemeliharaan yang terjadi. Bahkan ada beberapa, konon cerita dari PLN, bahwa terkait dengan jaringannya juga,” kata Bahlil kepada pers.
“Kami akan selesaikan dalam waktu dekat,” lanjutnya.
Baca Juga: LBH Borneo Nusantara Gugat PLN Kalselteng ke PTUN Dampak Pemadaman Listrik Bergilir
Baca Juga: Janji PLN Listrik di Banjarmasin Tak Padam Lagi Mulai 4 Agustus 2026 Tak Terbukti
Selasa kemarin, Gubernur Kalsel H Muhidin beserta unsur Forkopimda meninjau ke PLTU Asam-Asam untuk memastikan progres perbaikan kerusakan pembangkit listrik yang disebut PLN sebagai salah satu penyebab pemadaman bergilir.
Menurut Muhidin, berdasar penjelasan pihak PLN, PLTU Asam-Asam memiliki enam unit generator dengan total kapasitas sekitar 500 megawatt.
Dari kapasitas tersebut, satu unit berkapasitas 54 megawatt mengalami kerusakan dan saat ini tengah menjalani proses perbaikan intensif.