Data Disdukcapil: Mayoritas Penduduk Berzodiak Cancer, Ada 129 Ribu Lahir di Tahun Kabisat
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Ada yang menarik di data demografi atau kependudukan yang dilansir Dukcapil Kemendagri RI.
Yakni, mayoritas penduduk Indonesia berzodiak Cancer, selain itu ada sekira 129 ribu warga kelahiran Tahun Kabisat (29 Februari).
Data ini diungkap Dirjen Dukcapil Kemendagri RI, Teguh Setyabudi di Rakornnas Dukcapil 2026 sekaligus Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026, Senin (3/8/2026) kemarin.
Disebutkan, Cancer menjadi zodiak terbanyak penduduk Indonesia yakni 38.784.044 jiwa.
Sebaliknya, yang terkecil jumlahnya adalah berzodiak Aquarius dengan 20.456.280 jiwa.
"Kalau melihat jumlah yang paling tinggi itu adalah Cancer," ujar Teguh dikutip dari kanal YouTube Dirjen Dukcapil, Selasa (4/8/2026).
Setelanjunya adalah Taurus, Gemini, Capricorn dan zodiak lain seperti berikut:
1. Cancer: 38.784.044 jiwa
2. Taurus: 26.494.898 jiwa
3. Gemini: 26.081.653 jiwa
4. Capricorn: 25.923.863 jiwa
5. Leo: 24.955.745 jiwa
6. Aries: 23.589.938 jiwa
7. Pisces: 22.531.343 jiwa
8. Virgo: 22.113.829 jiwa
9. Libra: 21.898.732 jiwa
10. Sagitarius: 20.760.803 jiwa
11. Scorpio: 20.533.945 jiwa
12. Aquarius: 20.456.280
Dalam paparannya, Teguh Setyabudi juga juga mengungkap banyaknyua penduduk Indonesia yang lahir di Tahun Kabisat atau 29 Februari.
Ia menyebut ada 129.439 penduduk Indonesia yang lahir pada tanggal langka tersebut.
"Yang menarik, ada lebih dari 129 ribu penduduk kita yang tidak pernah ulang tahun, adanya empat tahun. Ulang tahunnya empat tahun sekali, karena dia lahir di tanggal 29 Februari," ucapnya.
Periode Menua
Di tempat terpisah, Wakil Mendiktisaintek Fauzan mengatakan Indonesia tidak akan selamanya menikmati bonus demografi.
Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), jendela bonus demografi diperkirakan mulai menutup pada 2040 seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.
"Proyeksi Penduduk Indonesia 2020–2050 yang disusun oleh BPS menunjukkan bahwa jendela bonus demografi kita akan menutup sekitar tahun 2040, seiring naiknya rasio ketergantungan karena bertambahnya penduduk lanjut usia," kata Fauzan dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI), beberapa Waktu lalu.
Perubahan struktur penduduk tersebut juga dipengaruhi oleh penurunan angka kelahiran yang terus berlangsung selama beberapa dekade terakhir.