Fauzan mengungkapkan, angka kelahiran total di Indonesia turun drastis dari 5,6 anak per perempuan pada 1971 menjadi sekitar 2,1–2,3 anak per perempuan saat ini. 

Tren tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia akan menghadapi fase penuaan penduduk sebagaimana yang lebih dulu dialami sejumlah negara maju.

"Jumlah penduduk lansia diproyeksikan hampir tiga kali lipat, dari sekitar 23 juta pada tahun 2015 menjadi lebih dari 63 juta pada tahun 2045. Setelah itu Indonesia akan memasuki era penuaan penduduk, persis seperti apa yang dialami oleh Jepang pada hari ini," ujarnya.

Menghadapi perubahan demografi tersebut, Fauzan meminta perguruan tinggi mulai mengubah strategi pengembangan pendidikan.

Menurutnya, kampus tidak bisa lagi hanya mengandalkan mahasiswa baru berusia sekitar 18 tahun sebagai sumber utama peserta didik setiap tahun.

"Karena itu perguruan tinggi tidak boleh hanya mengandalkan mahasiswa baru berusia 18 tahun setiap tahunnya. Perguruan tinggi harus mulai memikirkan pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning)," katanya. (wartabanjar.com/sud)