“Program bersih-bersih BUMN yang sudah berjalan menjadi fokus utama, terutama setelah kasus-kasus seperti ASABRI, Jiwasraya, dan Garuda Indonesia. Di periode kedua ini, program bersih-bersih BUMN juga harus dijalankan dengan serius,” ujar Erick.
Erick memastikan, program bersih-bersih BUMN yang telah membuktikan perbaikan efisiensi di BUMN akan kembali berjalan ke depan. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa efisiensi dalam pengelolaan BUMN adalah prioritas.
“Efisiensi harus dipangkas, hampir 30 ppersen seperti yang selalu disampaikan Pak Prabowo. Dari 114 BUMN, kini hanya tersisa 47 BUMN, di mana 40 di antaranya dalam kondisi baik dan 7 BUMN masih dalam restrukturisasi,” kata Erick. (Sidik Purwoko)
Baca juga: Tiga Warga India Terancam Hukuman Mati di Indonesia Gara-Gara Kasus ini
Editor: Sidik Purwoko







