Baca juga:Khaled Meshaal Gantikan Yahya Sinwar Pimpin Sementara Kelompok Hamas

Pelapor Khusus PBB untuk air, Arrojo-Agudo, mencatat bahwa kelaparan dan penghancuran rumah adalah strategi dalam peperangan, dengan menyatakan bahwa "penggunaan air sebagai senjata senyap, bom senyap" adalah strategi yang khusus digunakan di Gaza.

Ia menekankan bahwa mengabaikan hukum internasional dalam bidang-bidang penting ini mengancam eksistensi Perserikatan Bangsa-Bangsa itu sendiri.

Pelapor Khusus PBB untuk perumahan, Rajagopal, menggambarkan kehancuran di Gaza sebagai "bentuk penghancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya," dan membandingkannya dengan konflik yang paling menghancurkan dalam sejarah modern.

Ia mempertanyakan tujuan militer di balik penghancuran tersebut, dengan mengatakan, "jika yang terjadi di Gaza benar-benar perang, tujuan dari perang adalah kemenangan. Tapi apa ukuran kemenangan di sini? Saya tidak bisa memahami, mengingat skala kehancuran ini."

Baca juga:Indonesia Desak DK PBB Selidiki Pengeboman Sekolah di Gaza yang Ditempati Pengungsi

Rajagopal menyimpulkan bahwa upaya membangun kembali Gaza bisa memakan waktu "sekitar 80 tahun," mengingat tingkat kerusakan yang terjadi dan pendudukan yang masih berlangsung.(pwk)