“Listrik padam, ada sekitar 40 pasien dan 15 staf medis semuanya dalam bahaya. Jadi saya memanggil anda untuk menyelamatkan rumah sakit dan juga staf medis,” ujar dr Marwan.
Baca juga: Jelang Berakhir Masa Jabatan, Presiden Jokowi Ucapkan Salam Perpisahan
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut, Israel telah memperingatkan agar rumah sakit dikosongkan pada 6 Oktober lalu. Tentara Israel mengancam akan membunuh, menghancurkan bahkan menangkap jika menolak keluar dari rumah sakit.
Kejadian tersebut pernah terjadi pada Rumah Sakit Al Shifa beberapa bulan lalu. Adapun tiga rumah sakit yang diminta dikosongkan yaitu RS Indonesia, Kamal Adwan, dan Al-Awda.
Dua relawan MER-C yang berada di RS Indonesia, terpaksa kembali mengungsi ke posko MER-C di Deir Balah Gaza Tengah. Mereka bergabung dengan dua relawan lainnya sehingga saat ini terdapat empat relawan MER-C yang masih berada di Jalur Gaza. (Sidik Purwoko)
Baca juga: Pegasus Basketball Academy Mendorong Bakat Muda di Tanah Bumbu









