WARTABANJAR.COM, TANAH BUMBU - Keberhasilan Satresnarkoba Polres Tanah Bumbu mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat sekitar 1,9 kg mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu, Sya’bani Rasul.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi juga berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.

Sya’bani menilai pengungkapan kasus itu menjadi bukti keseriusan aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat jajaran Satresnarkoba Polres Tanah Bumbu dalam memutus mata rantai peredaran narkoba. Tentu ini patut diapresiasi,” ujarnya, Kamis (11/06/2026).

Politisi Partai Gerindra yang berasal dari Kecamatan Satui tersebut mengatakan pemberantasan narkotika harus terus diperkuat karena dampaknya sangat besar terhadap masa depan generasi muda.

Baca Juga Kebakaran Hanguskan 9 Kamar Mes dan Gudang Milik PT BBP di Upau Tabalong, Kerugian Capai Rp 420 Juta

Baca Juga: Dua Rumah di Upau Tabalong Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp350 Juta

Menurutnya, langkah tegas aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan masyarakat dari bahaya narkoba.

Meski demikian, Sya’bani menilai upaya pencegahan juga harus menjadi perhatian bersama. Ia menyoroti masih terbatasnya ruang publik, sarana olahraga, fasilitas kreativitas, serta wadah kegiatan positif bagi kalangan milenial dan Generasi Z, khususnya di wilayah Satui.

Menurutnya, minimnya fasilitas penunjang aktivitas pemuda dapat berdampak pada meningkatnya risiko keterlibatan anak muda dalam berbagai kegiatan negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika.

“Generasi muda membutuhkan ruang untuk beraktivitas, berkreasi, dan mengembangkan potensi. Jika fasilitas itu kurang tersedia, tentu ada kekhawatiran mereka mudah terpengaruh lingkungan yang tidak sehat,” katanya.

Selain fasilitas umum, Sya’bani juga menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda. Kesempatan kerja yang memadai dinilai dapat menjadi solusi agar pemuda memiliki aktivitas produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan.