29 September Diperingati Hari Jantung Sedunia, Begini Sejarahnya

Tema tersebut juga menunjukkan perlunya kerja sama yang berkelanjutan untuk memengaruhi kebijakan dan mendorong orang-orang agar mengubah perilaku mereka, seperti lebih aktif bergerak dan menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

Hari Jantung Sedunia sangat penting karena penyakit kardiovaskular tetap menjadi pembunuh nomor satu secara global.

Menurut WHO, PKV menyumbang sekitar 17,9 juta kematian setiap tahunnya, atau 31% dari total kematian di seluruh dunia.

Sebagian besar faktor risiko PKV dapat dicegah, sehingga Hari Jantung Sedunia berperan penting dalam mengingatkan masyarakat perubahan kecil dalam gaya hidup dapat memiliki dampak besar dalam mencegah penyakit ini.

Hari Jantung Sedunia juga memiliki dampak yang luas dalam memobilisasi lebih dari 90 negara setiap tahunnya untuk berpartisipasi.

Dari kampanye media sosial hingga pemeriksaan kesehatan gratis, pemerintah dan organisasi kesehatan di seluruh dunia menggunakan momentum ini untuk menyebarluaskan informasi tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung.

Selain meningkatkan kesadaran, ada berbagai cara yang bisa diikuti oleh masyarakat untuk berpartisipasi dalam peringatan Hari Jantung Sedunia.

Berdasarkan informasi dari Awareness Days, beberapa cara partisipasi antara lain:

– Aktif bergerak dengan melakukan aktivitas fisik seperti berjalan, berlari, atau bersepeda, dan ajak orang-orang di sekitar Anda untuk berpartisipasi dalam mempromosikan kesehatan jantung.