WARTABANJAR.COM, SAO PAULO - Sebuah pesawat yang membawa 57 penumpang dan empat awak jatuh pada 9 Agustus 2024 di negara bagian Sao Paulo, Brasil. Kecelakaan pesawat itu menewaskan semua orang di dalamnya, kata pejabat setempat. Pesawat tersebut, berjenis ATR 72-500 yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Voepass. Pesawat sedang melakukan perjalanan dari Cascavel di negara bagian Parana selatan ke bandara internasional Guarulhos di Sao Paulo ketika jatuh di kota Vinhedo. Baca juga:Kemenlu Siap Evakuasi WNI dari Lebanon: Perjalanan ke Tiga Negara Ini juga Ditangguhkan Voepass awalnya mengatakan pesawat itu membawa 58 penumpang, namun pernyataan kemudian di situs maskapai merevisi angka tersebut menjadi 57. Gambar yang disiarkan di media lokal menunjukkan sebuah pesawat besar menukik dengan kecepatan tinggi, sementara rekaman lainnya menunjukkan kepulan asap besar membubung dari lokasi kecelakaan di kawasan pemukiman. “Tidak ada yang selamat,” kata pemerintah kota di Valinhos – yang terlibat dalam operasi penyelamatan dan pemulihan di dekat Vinhedo – dalam email yang dikirim ke AFP. Vinhedo, dengan sekitar 76.000 penduduk, terletak sekitar 80 km barat laut Sao Paulo. Pengambilan jenazah para korban untuk “identifikasi” telah dimulai dan “akan berlanjut sepanjang malam,” kata Gubernur Negara Bagian Sao Paulo Tarcisio de Freitas kepada wartawan di lokasi kejadian. Presiden Luiz Inacio Lula da Silva mengumumkan tiga hari berkabung. Voepass mengatakan pihaknya bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menentukan penyebab kecelakaan, sambil memberikan bantuan penuh kepada keluarga korban pada penerbangan 2283. Baca juga:Pesawat Singapore Airlines yang Alami Turbulensi Hebat Mengudara Lagi, Uji Terbang hingga Langit Kalimantan Pesawat tersebut, yang merupakan pesawat turboprop bermesin ganda, lepas landas “tanpa batasan penerbangan apa pun, dengan semua sistemnya beroperasi,” kata perusahaan itu.(pwk) Editor: purwoko