Pesawat Singapore Airlines yang Alami Turbulensi Hebat Mengudara Lagi, Uji Terbang hingga Langit Kalimantan
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Pesawat Singapore Airlines (SIA) yang mengalami turbulensi parah pada 21 Mei 2024 lalu hingga mengakibatkan satu orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, telah kembali mengudara.
Pada 23 Juli 2024, pesawat Boeing 777-300ER menyelesaikan pemeriksaan fungsional penerbangan, yang merupakan penerbangan pertamanya sejak kembali ke Singapura dari Bangkok dua bulan lalu, menurut data dari situs pelacakan penerbangan FlightRadar24.
Ini adalah bagian dari serangkaian tes yang dilakukan untuk memastikan bahwa pesawat siap memasuki kembali layanan komersial, kata juru bicara SIA kepada The Straits Times.
Baca juga:Pesawat Virgin Australia Mendarat Darurat Setelah Mesin Terbakar dan Mati
Pemeriksaan fungsional biasanya dilakukan setelah pesawat menjalani perawatan berat, untuk memastikan semua yang ada di pesawat berfungsi sebagaimana mestinya.
Menurut FlightRadar24, pesawat lepas landas dari Bandara Changi sekitar pukul 13.50, terbang sekitar 400 km ke arah timur.
Pesawat tersebut kemudian melakukan beberapa putaran di perairan dekat Kalimantan di Indonesia, sebelum kembali ke Singapura sekitar jam 4 sore.
SIA mengatakan pemeriksaan fungsional dioperasikan oleh pilotnya, yang didampingi oleh tim insinyur maskapai.
Maskapai ini mengatakan keselamatan tetap menjadi prioritas utama, dan pesawat akan kembali beroperasi hanya setelah dinyatakan siap operasional oleh tim teknik dan operasi penerbangan maskapai tersebut.
SIA menyebut perbaikan kabin pesawat berusia 16 tahun itu telah selesai.
Gambar dan video beredar luas secara online setelah Penerbangan SQ321 London-Singapura mengalami turbulensi ekstrim tiba-tiba di Myanmar pada tanggal 21 Mei. Dalam video itu menunjukkan kerusakan pada beberapa panel langit-langit di kabin pesawat yang menyebabkan pipa bagian dalam terbuka dan menggantung.
Pesawat yang saat itu membawa 211 penumpang dan 18 awak itu dialihkan ke Bandara Suvarnabhumi Bangkok.
Seorang penumpang asal Inggris, Geoffrey Kitchen berusia 73 tahun, meninggal karena dugaan serangan jantung.
Banyak orang lainnya menderita luka serius dan dibawa ke Rumah Sakit Samitivej Srinakarin, Rumah Sakit Samitivej Sukhumvit dan Rumah Sakit Bangkok untuk perawatan.
Baca juga:Korban Turbulensi Pesawat Singapore Airlines Dapat Kompensasi Ratusan Juta Rupiah
Dalam pembaruan informasi pada tanggal 23 Juli, SIA mengatakan dua penumpang masih menerima perawatan medis di rumah sakit Bangkok, namun tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut karena kerahasiaan.
Pada 10 Juni 2024 lalu, SIA mengirimkan penawaran kompensasi kepada penumpang penerbangan tersebut.(pwk)
Editor: purwoko