Serangan Israel Tewaskan 2 Jurnalis Gaza, Persatuan Wartawan Palestina: Sudah 111 Jurnalis Tewas Akibat Konflik
Ukuran Huruf:
Saat serangan udara itu terjadi, Ismail dan Rami mengenakan rompi dan tanda media pada mobil yang mereka tumpangi.
Mereka dilaporkan baru saja berkomunikasi 15 menit sebelum serangan yang merenggut nyawa mereka itu terjadi.
Sementara itu, dikutip dari AP, keduanya disebutkan tengah meliput peristiwa di Kamp Pengungsian Shati, tempat kelahiran Ismail Haniyeh.
Selesai meliput dan saat beranjak dari sana, mereka harus tewas terkena ledakan serangan pasukan Israel yang mengenai mobil mereka.
Menariknya, mereka tewas setelah meliput dan mengunggah sejumlah foto anak-anak Gaza berpose bersama gambar Ismail Haniyeh di dekat reruntuhan rumah sang pemimpin Hamas itu di Kamp Pengungsian Shati.
Ia melaporkan kematian mantan Perdana Menteri Palestina itu, namun berselang beberapa jam kemudian, justru berita kematiannya dan rekannya yang juga menyebar.
Sejumlah netizen turut berkomentar, mengucapkan bela sungkawa atas kematian jurnalis Ismail al-Ghoul di akun Instagramnya.
Di antara mereka adalah selebriti Indonesia, Ari Untung.
Ari Untung menulis ketika Ismail al-Ghoul mengunggah ini, tak disangka 5 jam kemudian justru berita kematiannya yang diposting di media sosial.
"When you posted this, you didn’t realize that in the next 5 hrs it’s your news to be posted. We’ve never met but i’m hoping Allah for his forgiveness to you for all the sins you’ve done and may Allah put you on the best place (jannah). Farewell brother, husnul khotimah insya Allah," ujar Ari disertai doa untuk almarhum Ismail al-Ghoul.
View this post on InstagramJurnalis Harus DilindungiPersatuan Jurnalis Palestina dan Hamas menyebut kedua jurnalis ini adalah target pembunuhan oleh Israel.Militer Israel sendiri belum buka suara atas tuduhan ini.Meninggalnya mereka berdua menambah daftar panjang jurnalis yang tewas di Gaza, sejak konflik Israel-Hamas kembali pecah pada Oktober 2023.