Profil Wakil Presiden Malawi yang Tewas Dalam Kecelakaan Pesawat Militer yang Membawanya
Ukuran Huruf:
WARTABANJARC.COM, MALAWI - Tim pencari akhirnya menemukan puing-puing pesawat yang membawa Wakil Presiden Malawi, Saulos Chilima.
Presiden Malawi Lazarus Chakwera mengungkap tidak ada penumpang yang selamat.
Sebelumnya, pesawat militer yang membawa Chilima (51) dan sembilan orang lainnya menghilang pada Senin (10/6/20234).
Pesawat tersebut dinyatakan hilang setelah gagal mendarat di Kota Mzuzu di bagian utara Malawi karena jarak pandang yang buruk dan diperintahkan untuk kembali ke ibu kota, Lilongwe.
Saulos Klaus Chilima (51 tahun) yang lahir pada 12 Februari 1973, adalah seorang ekonom dan politikus Malawi.
Ia dua kali menjabat sebagai wakil presiden (wapres) Republik Malawi dari tahun 2014 hingga 2019 dan menjabat lagi dari tahun 2020 hingga kematiannya pada tahun 2024.
Chilima mulai menjabat pada tanggal 28 Juni 2020, setelah memenangkan mayoritas dukungan suara bersama Presiden Lazarus Chakwera.
Chilima juga menjabat sebagai Menteri Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi, serta Kepala Reformasi Sektor Publik, posisi yang sebelumnya juga dipegangnya di bawah pemerintahan mantan presiden Peter Mutharika.
Sebelum terjun ke dunia politik, Chilima memegang posisi kepemimpinan penting di berbagai perusahaan multinasional termasuk Unilever, Coca-Cola , dan Airtel Malawi , di mana ia kemudian menjadi Chief Executive Officer.
Pada 10 Juni 2024, sebuah pesawat yang membawa Chilima dan sembilan penumpang lainnya hilang di Cagar Hutan Chikangawa di Distrik Mzimba. Insiden terjadi setelah pesawat lepas landas dari ibu kota Malawi, Lilongwe.
Pesawat militer tersebut dilaporkan menghilang dari radar dan tidak mendarat di tujuan yang direncanakan yaitu Bandara Mzuzu.
Pesawat itu tidak dapat mendarat di bandara karena jarak pandang yang buruk dan diperintahkan untuk kembali ke Lilongwe tetapi gagal tiba.
Pada 11 Juni 2024, Chilima dilaporkan tewas setelah puing-puing pesawat ditemukan.
Chilima adalah anak pertama dari pasangan Henderson Brown Chilima dari Desa Ching'anga, Lilongwe, dan Elizabeth Frances Chilima dari Desa Mbilintengerenji, Champiti. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi