Pada serangan pertama, tenda-tenda yang digunakan sebagai tempat perlindungan sementara para pengungsi di daerah Tal as-Sultan terbakar. Banyak shelter yang terbakar dan penghuninya masih berada di dalam tenda. Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan Israel menjatuhkan tujuh bom seberat hampir 1 ton atau 2.000 ponm serta rudal di kamp pengungsian. Tentara Israel mengatakan pihaknya menargetkan Rafah menggunakan "amunisi presisi", dan tangki bahan bakar di dekatnya menyebabkan kebakaran berikutnya. Video-video mengerikan muncul di berbagai platform media setelah pembantaian tersebut. Rekaman yang paling menonjol adalah seorang pria mengangkat mayat seorang anak kecil tanpa kepala. Badan Verifikasi Sanad Al Jazeera berhasil memperoleh gambar pecahan yang diyakini merupakan persenjataan yang digunakan dalam serangan ini. Foto tersebut menunjukkan ekor bom berdiameter kecil GBU-39/B buatan Boeing. GBU-39/B dilengkapi mesin jet yang diambil dari rudal terarah M26. Ribuan warga sipil telah berlindung di daerah Tal as-Sultan, mencari perlindungan minimal dari serangan Israel yang terus menerus di Gaza. Pemerintah Israel belum mengeluarkan perintah untuk mengevakuasi daerah tersebut sebelum diserang. Dalam serangan tersebut, Israel menewaskan sedikitnya 45 orang, menurut laporan The Cradle melaporkan, sementara jumlah total orang yang terluka sulit ditentukan. Hal ini mengingat rumah sakit tempat para korban dirawat telah ditutup pasca-serangan pesawat tak berawak Israel di pintu masuk rumah sakit tersebut. Dua anggota staf rumah sakit dilaporkan tewas akibat serbuan pesawat tak berawak itu. Beberapa orang tewas akibat dampak bom tersebut. Komisasir Jenderal Bandan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini mengatakan beberapa orang dilaporkan mati terbakar. Beredar juga video rekaman warga setempat menampilkan seorang bocah lelaki menangis histeris karena melihat langsung ayahnya terbakar hidup-hidup di dalam tenda. Tanggapan PM Israel Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut pembantaian di Rafah adalah "kesalahan yang tragis." "Meskipun kami berupaya sebaik mungkin untuk tidak merugikan pihak-pihak yang tidak terlibat, sayangnya kesalahan tragis terjadi tadi malam. Kami sedang menyelidiki kasus ini," kata Netanyahu. "All Eyes on Rafah" Trending di X Walau Israel membantah menyerang warga sipil di Rafah dengan dalih seperti disebutkan di atas, berbagai foto juga video amatir rekaman warga Palestina bertebaran di media sosial menampilkan kejadian sebaliknya. Hal ini membuat slogan All Eyes on Rafah trending topic di X sejak kejadian tersebut hingga hari ini. Terdapat lebih dari 100 juta postingan warganet dari berbagai negara membahas masalah ini. Mereka menyebut ini adalah genosida serta pelanggaran hukum karena mengakibatkan warga sipil kembali menjadi korban jiwa.
Berita Sebelumnya Devano Danendra Mengaku Pernah Malu Jadi Anak Iis Dahlia
Berita Selanjutnya Kejagung Ungkap Kerugian Kasus Timah Harvey Moeis Cs Membengkak Capai Rp300 Triliun