Pelanggan PAM Bandarmasih Banjarmasin Kesulitan Pasokan Air Bersih Saat Kemarau
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Warga Kota Banjarmasin mulai merasakan dampak musim kemarau dengan berkurangnya pasokan air bersih, Sabtu (15/8/2026).
Menyikapi kondisi tersebut, PT Air Minum (PAM) Bandarmasih bergerak aktif melakukan pelayanan langsung kepada pelanggan.
Seperti diketahui, PAM Bandarmasih sebelumnya telah menonaktifkan Intake Sungai Bilu karena intrusi air laut.
Dampaknya, tekanan distribusi air bersih PAM Bandarmasih di beberapa wilayah di Kota Banjarmasin berkurang.
Direktur Operasional PT Air Minum Bandarmasih, Irwan Firwana, menyampaikan bahwa pihaknya tidak berdiam diri menghadapi dampak musim kemarau.
PAM Bandarmasih telah melakukan dua langkah utama untuk membantu menjaga pemenuhan kebutuhan air pelanggan.
Pertama, pendistribusian air menggunakan mobil tangki ke sejumlah kawasan yang membutuhkan.
Baca Juga Kisah Korban Gempa NTT: "Kami Masih Trauma Musibah Tsunami 1992"
Baca Juga Kapal Pesiar Berlogo Kemhan Jadi Pangkalan Bergerak Haji Isam Garap Proyek Pangan
Distribusi air telah dilakukan kepada warga di Blok Akasia 4 dan kawasan Akasia, Sungai Andai Banjarmasin.
Pengerahan mobil tangki tersebut menjadi bentuk respons PAM Bandarmasih terhadap kebutuhan air masyarakat di wilayah yang terdampak.
Kedua, melakukan pengecekan tekanan air di sejumlah wilayah yang dinilai kritis, khususnya kawasan yang berada di bagian ujung jaringan dan berpotensi mengalami penurunan tekanan air.
Pengecekan dilakukan secara langsung ke wilayah pelanggan yang berada jauh atau di ujung jaringan.
Langkah ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tekanan air yang diterima pelanggan sekaligus menentukan penanganan yang diperlukan di lapangan.
Irwan menegaskan, dua langkah tersebut merupakan bentuk komitmen PAM Bandarmasih untuk tetap hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah kondisi musim kemarau.
Upaya distribusi air menggunakan mobil tangki sekaligus pengecekan tekanan air di wilayah kritis menunjukkan PAM Bandarmasih tidak hanya menunggu keluhan pelanggan, tetapi turun langsung ke lapangan untuk mencari solusi dan memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.