WARTABANJAR.COM, BARABAI – Keluarga menjadi tempat pertama yang berperan dalam mencegah kekerasan terhadap anak maupun anggota keluarga.

Karena itu, kepedulian dan keberanian untuk bertindak perlu tumbuh dari lingkungan rumah hingga masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Deni Era Yuliyantie, dalam Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual dan KDRT melalui PAREDI di Aula Gedung PKK HST, Kabupaten HST, Kalimantan Selatan, Jum’at (14/8/2026).

Menurut Deni, keluarga tidak cukup hanya menjadi tempat tinggal, tetapi harus mampu memberikan rasa aman bagi seluruh anggotanya.

“Kader PKK adalah ujung tombak dalam menciptakan keluarga yang aman dan harmonis di masyarakat. Tugas kita adalah mendengar, peduli dan bergerak,” ujarnya.

Ia mengatakan, orang tua dan anggota keluarga perlu membangun komunikasi yang baik serta memperhatikan perubahan perilaku anak. Tanda-tanda yang mengarah pada kekerasan juga tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.

Baca Juga Kisah Korban Gempa NTT: "Kami Masih Trauma Musibah Tsunami 1992"

Baca Juga Kapal Pesiar Berlogo Kemhan Jadi Pangkalan Bergerak Haji Isam Garap Proyek Pangan

Upaya tersebut diperkuat melalui PAREDI dengan edukasi keluarga lewat program KILAS atau Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual. Program ini mendorong keluarga memahami pentingnya deteksi dini dan perlindungan terhadap anak.

“Jangan sampai kita baru menyadari ada masalah setelah kekerasan terjadi. Keluarga harus menjadi tempat pertama anak merasa aman untuk bercerita,” pesannya.

Selain perlindungan anak, pencegahan KDRT juga menjadi perhatian melalui program KISAH atau Keluarga Indonesia Sejahtera Harmonis.

Program tersebut diarahkan untuk mendorong pola pengasuhan tanpa kekerasan serta membangun hubungan yang lebih harmonis di dalam keluarga.

Ia mengingatkan, kekerasan tidak selalu berbentuk tindakan fisik. Ucapan yang menghina, ancaman, intimidasi, sikap posesif berlebihan hingga penelantaran anggota keluarga juga perlu dikenali sebagai bentuk kekerasan.

Karena itu, masyarakat di sekitar keluarga juga diminta tidak memilih diam ketika mengetahui adanya persoalan.