“Kunjungan kali ini ingin mempererat industri pertahanan, kemudian mempertanyakan komitmen dan ingin berkomunikasi lebih dalam tentang sejauh mana komitmen kedua negara untuk melanjutkan industri tersebut," ujar Nurul seperti dikutip Wartabanjar.com. Baca juga: Akhirnya Presiden Jokowi Panggil Mendikbud Soal UKT, Begini Katanya Sebelumnya, dalam pertemuan tersebut Komisi I DPR RI membahas beberapa hal terkait pertahanan, seperti industri pertahanan, alutsista, maupun kerja sama pertahanan. Selain pernah membangun hubungan kerja sama yang baik pada tahun 2013 lalu, Nurul menilai Korsel memiliki kerja sama yang baik pula di bidang pertahanan. "Ini secara komplit dorongan dari komisi I supaya bisa kembali melanjutkan ini, tetap terjadi dengan Korea Selatan," lanjutnya. Pada kesempatan itu dibahas pula mengenai kesepakatan-kesepakatan antara Indonesia dengan Korsel yang bisa diteruskan. Baca juga: RUU Penyiaran Besok Pasti, Wartawan dan Masyarakat Merugi "Jadi kita belum tahu nanti bagaimana. Yang jelas ini akan kita sampaikan juga di Rapat Komisi I begitu. Karena memang beberapa kali juga sudah muncul persoalan kerja sama industri pertahanan tersebut," ungkap politisi Fraksi Partai Golkar ini. Dirinya mengungkapkan, hasil pertemuan ini akan disampaikan di Rapat komisi I dengan pemerintah ke depannya. Apalagi, memang sudah beberapa kali muncul persoalan kerja sama industri pertahanan tersebut. Hadir  dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid dan dari Delegasi Parlemen Korsel lainnya, yaitu Cho Hae Jin, Youn Kun Young, dan Yang Mulia Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Mr. LEE Sang-deok. (Sidik Purwoko) Baca juga: Tak Diundang Rakernas, Presiden Joko Widodo Enggan Komentar Soal PDIP
Editor: Sidik Purwoko