Survei Indikator : Peran Polantas dan Informasi Publik Beri Kepuasan Mudik

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Survei Indikator Indonesia merilis tingkat kepuasan masyarakat atas pelaksanaan mudik Lebaran 2024. Hasilnya menunjukkan 90,4% pemudik menyatakan puas, sementara untuk masyarakat secara umum tingkat kepuasannya mencapai 73,9%.

Peneliti Indikator, Bawono Kumoro menyampaikan, kepuasan itu juga mencakup kinerja Polisi lalu lintas (Polantas). Menurutnya, publik menilai positif kinerja Polantas selama penyelenggaraan Mudik 2024.

“Petugas lapangan yang cukup membantu dalam hal memberikan informasi rekayasa lalu lintas ini selaras evaluasi kinerja Polantas yang positif selama arus mudik kemarin,” jelasnya seperti dikutip Wartabanjar.com, Rabu (15/05/2024).

Baca juga: Polri Kerahkan Detasemen K-9 Untuk Amankan WWF Ke-10 di Bali

Dirinya menjelaskan, kalangan pemudik menyatakan bahwa 86,5% merasakan polantas sangat membantu kelancaran perjalanan menuju kampung halaman. Sedangkan berdasarkan masyarakat keseluruhan, 74% menyatakan polantas sangat membantu.

“Evaluasi terhadap kinerja polantas saat mudik lebaran secara signifikan berkorelasi positif dengan tingkat kepuasan mudik. Semakin positif evaluasi terhadap kinerja polantas (polantas membantu saat mudik), semakin tinggi kepuasan,” ujar Bawono.

Tidak hanya itu, kepuasan terhadap penyelenggaraan mudik juga dipengaruhi informasi publik. Sebab, informasi tersebut memberikan kemudahan bagi pemudik dalam penerapan rekayasa lalu lintas.

Baca juga: Princess Hours Remake Bakal Segera Dibuat, Netizen Sarankan Byeon Woo Seok dan Kim Hye Yoon Jadi Pemeran Utama

Peneliti Senior Indikator Politik Indonesia, Hendro Prasetyo, menjelaskan bahwa jika dilihat dari masyarakat keseluruhan, 59,9% menyatakan informasi mudik sangat mudah didapatkan. Sementara, kalau dilihat dari sampel pemudik terdapat 79,7% yang menyatakan kemudahan mendapatkan informasi.

“Kepuasan atas penyelenggaraan mudik juga secara signifikan berhubungan positif dengan sikap terhadap rekayasa lalu lintas serta kemudahan memperoleh informasi rekayasa lalu lintas tersebut,” ungkap Hendro.