Seorang penasehat pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan kelompoknya sedang mempertimbangkan proposal terbaru.
Namun dia mengulangi tuntutannya bahwa setiap kesepakatan harus secara eksplisit mencakup penarikan pasukan Israel dari Gaza dan diakhirinya perang secara total.
Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Menteri Israel, Amichai Chikli mengatakan perang akan terus berlanjut sampai Hamas dilenyapkan.
“Kami tidak mempunyai pilihan untuk menyetujui kesepakatan yang mencakup mengakhiri perang atau menghentikan operasi skala penuh di Rafah,” terangnya.
Secara terpisah, seorang pejabat pemerintah Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada media lokal pada hari Sabtu bahwa Israel dalam keadaan apa pun tidak akan setuju untuk mengakhiri perang sebagai bagian dari perjanjian untuk membebaskan para korban penculikan.
Ia mengatakan IDF (Israel Defence Forces/Pasukan Pertahanan Israel) akan memasuki Rafah untuk menghancurkan batalion Hamas yang tersisa di sana, terlepas dari apakah ada jeda sementara untuk membebaskan tawanan atau tidak.
Netanyahu menghadapi tekanan dari koalisi sayap kanan untuk terus melanjutkan serangan yang telah lama dijanjikan di kota paling selatan Gaza, yakni tempat sekitar 1,4 juta orang berlindung setelah melarikan diri dari pertempuran di bagian utara dan tengah jalur tersebut.
AS, sekutu diplomatik dan militer terbesar Israel enggan mendukung serangan baru yang dapat menyebabkan korban sipil dalam jumlah besar, dan bersikeras untuk melihat rencana untuk melindungi pengungsi Palestina terlebih dahulu. (berbagai sumber)
Editor: Yayu






