Seperti dilansir Wartabanjar.com dari Al Jazeera, pada saat itu pria tersebut kritis dan dibawa ke rumah sakit, setelah diserang oleh seekor monyet, Jumat (5/4/2024).

Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong mengatakan ini merupakan kasus yang langka, di mana virus menular dari hewan ke manusia. Karena kejadian ini, masyarakat diminta tidak menyentuh atau memberi makan monyet liar, agar risiko penularan bisa ditekan.

Virus B dikenal juga sebagai virus herpes simiae. Gejala yang dihasilkan mirip flu, meliputi Demam, Kelelahan, Nyeri otot dan Sakit kepala

Gejala virus B bisa muncul satu bulan setelah terpapar atau lebih awal, sekitar 3-7 hari. Tanda-tanda infeksi virus B yang lainnya, yakni sesak napas dan mual.

Baca juga: Gerhana Matahari Total, Begini Keseruan Warga AS Saksikan Fenomena Alam Langka ini

Tak sampai di situ, biasanya pengidap penyakit ini juga akan mendapati muncul lenting di kulit. Seiring waktu, virus dapat menyebar ke otak dan sumsum tulang belakang, yang menyebabkan peradangan. Inilah yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan otot, kerusakan otak, dan bahkan kematian.

Menurut CDC AS, virus ini pada manusia biasanya disebarkan oleh monyet, yang terinfeksi tapi tidak menunjukkan gejala. Virus B secara alami ada di saliva, urin, dan kotoran monyet. Seseorang juga bisa terinfeksi saat tergigit atau tercakar oleh primata tersebut. Obat antivirus dapat digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan ini.

Meski dapat berakibat fatal, infeksi virus ini pada manusia jarang terjadi.

CDC mengatakan, sejak 1932 saat virus diidentifikasi untuk pertama kali, sekitar 50 orang dilaporkan terinfeksi dan 21 di antaranya meninggal dunia.

Baca juga:Usai Lebaran 2024, Begini Himbauan PJ Gubernur DKI Untuk Calon Pendatang Baru Jakarta

Penyakit infeksi ini paling rentan dialami oleh dokter hewan atau pekerja lab yang melakukan kontak langsung dengan monyet. (Sidik Purwoko)

Editor: Sidik Purwoko

Berita Sebelumnya Gerhana Matahari Total, Begini Keseruan Warga AS Saksikan Fenomena Alam Langka ini
Berita Selanjutnya 44 Titik Panas di Kaltim Terdeteksi, BMKG Ingatkan Pihak Terkait Untuk Penanganan