WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Malang benar nasib Suriadi (63), yang tewas setelah digigit ular kobra, Kamis (27/03/2029). Kejadian itu terjadi saat warga Perumahan Desa Bincau, Kabupaten Banjar itu membersihkan rumahnya. Menurut Hidayat, saksi mata di lokasi kejadian, itu saat Suriadi sedang membersihkan pekarangan rumahnya yang sudah lama tidak dihuni. Tak pelak jika rumahnya banyak dipenuhi rumput ilalang yang cukup lebat. Apalagi di situ banyak bekas tumpukan kayu dan benda-benda tak terpakai lainnya. "Karena itulah, korban tak menyadari ada ular yang bersembunyi di balik tumpukan kayu-kayu bekas," katanya seperti dikutip Wartabanjar.com. Pada saat berusaha merapikan dan memindahkan tumpukkan kayu, tiba-tiba seekor kobra menyalak menggigitnya. Korban langsung dilarikan ke rumahsakit. Sayangnya, takdir menentukan lain. Suriadi meregang nyawa di perjalanan. Baca juga: Airlangga Hartarto Minta Kader Partai Golkar Dukung Penuh Kebijakan Prabowo -Gibran Nanti Kejadian ini menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan hewan berbisa di sekitar lingkungan tempat tinggal. Menyikapi hal ini, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Banjar memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan ular dan hewan berbisa lainnya di sekitar rumah. Menurut M. Kasyaf R, Kabid Damkar Kabupaten Banjar, himbauan ini menjadi penting mengingat meminimalisir kasus serupa akibat kurangnya perhatian terhadap lingkungan sekitar. Hal itu agar tidak ada lagi laporan warga yang digigit ular kobra. "Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pedesaan atau memiliki pekarangan yang jarang terurus, untuk selalu menjaga kebersihan dan merapikan lingkungan sekitar rumah guna mencegah berkembang biaknya hewan berbisa seperti ular kobra," ujar Kabid Damkar M. Kasyaf R. Baca juga: Jelang Musim Mudik Lebaran 2024, Menhub Inspeksi Keselamatan di Bandara Soetta Dalam situasi seperti ini, penting bagi setiap individu untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, seperti: 1. Rutin membersihkan pekarangan rumah dari tumpukan kayu, rerumputan, dan sampah lainnya yang dapat menjadi tempat persembunyian bagi hewan berbisa. 2. Memastikan kebersihan lingkungan sekitar rumah, termasuk menyiram tanaman dan membersihkan tempat-tempat yang lembap. 3. Menggunakan sarung tangan dan alas kaki yang tertutup saat melakukan aktivitas di area yang berpotensi terdapat hewan berbisa. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar, diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya insiden serupa dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi seluruh masyarakat.(Kamarullah) Editor: Sidik Purwoko