WARTABANJAR.COM, GAZA- Perang antara Palestina dan Israel masih berlangsung. Israel meminta kelompok perlawanan Palestina, Hamas, agar menyerahkan warga Israel yang mereka sandera. Hamas kemudian mengajukan syarat baru untuk membebaskan semua sandera yang diminta tersebut. Syaratnya, Hamas meminta gencatan senjata selama 4,5 bulan atau 135 hari serta Israel harus menarik pasukan dari Gaza sebelum pembebasan sandera dilakukan, seperti diberitakan oleh Reuters, dikutip Rabu (7/2/2024). Hamas juga mengatakan masa gencatan senjata yang diajukan tersebut untuk negosiasi kembali mengakhiri perang di Gaza. Proposal Hamas tersebut menjawab penawaran dari dua negara mediator yaitu Qatar dan Mesir. Pengajuan permintaan tersebut juga muncul di tengah desakan dunia agar Israel segera menghentikan agresi ke Palestina. Sejauh ini belum ada tanggapan dari pemerintah Israel yang menegaskan tidak akan mau menarik pasukannya dari Gaza. Menurut salinan dokumen pengajuan syarat baru dari Hamas ke Israel yang diterima Reuters, disebutkan bahwa Hamas mengajukan gencatan senjata dalam tiga fase, masing-masing selama 45 hari. Dalam pengajuan syarat itu, Hamas bersedia membebaskan semua sandera yang tersisa jika Israel memenuhi syarat kelompok perlawanan itu. Dalam dokumen tersebut, disebutkan pula rekonstruksi Gaza bisa dilanjutkan lagi setelah Israel menarik pasukannya secara keseluruhan. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken juga kini kembali melawat ke Israel setelah bertemu dengan para delegasi dari negara mediator yaitu Qatar dan Mesir. Pertemuan Blinken dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu juga dikabarkan untuk membicarakan kemungkinan gencatan senjata di Gaza. Hamas tidak menyebut soal syarat gencatan senjata permanen dalam proposal jawaban terbaru mereka. Meski demikian, berakhirnya perang ini harus disetujui selama gencatan sebelum para sandera dibebaskan Hamas. Proposal itu juga menyebutkan bahwa Israel harus menarik mundur pasukannya dari wilayah permukiman di Gaza pada fase pertama gencatan senjata yang diminta Hamas. Penerapan fase pertama juga tidak akan dimulai sampai kedua belah pihak menyelesaikan "pembicaraan tidak langsung mengenai syarat-syarat yang diajukan demi mengakhiri operasi militer dan kembali ke situasi damai." Sandera pria baru akan dibebaskan pada fase kedua, termasuk "Israel menarik mundur pasukannya ke luar perbatasan di seluruh wilayah Gaza." Di fase ketiga, pertukaran jenazah kedua belah pihak baru bisa dilakukan. Gencatan senjata itu juga jadi prasyarat untuk meningkatkan aliran bantuan makanan dan lainnya untuk warga Gaza yang kini mengalami kelaparan dan kesulitan stok suplai mendasar. Penduduk Gaza, Yamen Hamad mengatakan warga optimistis, di saat bersamaan mereka berdoa bahwa harapan ini terwujud melalui kesepakatan yang nyata untuk mengakhiri perang. "Orang-orang kini menunggu kabar tentang gencatan senjata, mereka sedikit berharap meski bombardir terus menerus (dari Israel)," ia menambahkan. (berbagai sumber) Editor: Yayu