Pada bulan April 2002, serangan Israel terhadap kamp pengungsi Jenin mengakibatkan sedikitnya 52 warga Palestina terbunuh, menurut Human Rights Watch.
(HRW), termasuk perempuan dan anak-anak. Terdapat pula 23 tentara Israel yang tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat taktik yang digunakan pejuang Palestina. Pertempuran tersebut telah menjadi simbol perlawanan Palestina.
Pertempuran Jenin adalah peristiwa penting dalam konflik Israel-Palestina, di mana para pejuang Palestina menggunakan kombinasi taktik pemberontak, IED, dan strategi perang kota melawan militer Israel.
Salah satu pelajaran penting yang didapat Hamas dari Pertempuran Jenin adalah efektivitas IED dalam menimbulkan korban jiwa dan mengganggu operasi militer Israel. IED berbiaya rendah dan mudah disembunyikan, menjadikannya alat yang berharga untuk peperangan asimetris.
Hamas sejak itu memasukkan IED ke dalam persenjataannya, menggunakannya untuk menargetkan kendaraan, patroli, dan instalasi militer Israel. Jika Israel melancarkan serangan darat ke Gaza, kita hampir pasti akan melihat taktik ini digunakan lagi.
Salah satu pembelajaran terbesar yang diperoleh Hamas dari para pejuang Jenin adalah pentingnya mobilitas strategis dan kejutan.
Selama Pertempuran Jenin, para pejuang Jenin memanfaatkan jaringan terowongan untuk memindahkan pejuang dan perbekalan, menghindari pasukan Israel, dan melancarkan serangan mendadak.







