Waspada Banjir Rob di Banjarmasin Banjar dan Tanah Laut Mulai Esok
WARTABANJAR.COM - Peringatan dini banjir rob di wilayah perairan Sungai Barito dikarenakan adanya fase bulan purnama pada 29 Juli 2026.
Potensi banjir rob terjadi di pesisir wilayah Kalimantan Selatan pada 28 Juli sampai 30 Juli 2026.
Masyarakat pesisir pantai diimbau agar selalu waspada untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut dan fenomena banjir pesisir (rob).
Pasang maksimum berpotensi terjadi di wilayah Perairan Muara Sungai Barito pada 28 - 30 Juli 2026 mulai pukul 06.00 sampai 09.00 WITA dengan ketinggian maksimun
mencapai 2.5 meter.
Adapun wilayah berpotensi terdampak di Pesisir Perairan Sungai Barito (Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut, Banjar, dan Barito Kuala.
Banjir rob adalah peristiwa masuknya air laut ke daratan akibat naiknya permukaan laut terutama saat fase pasang maksimum, baik karena pasang, badai, maupun perubahan iklim.
Baca Juga Kepala Rumah Tangga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal, Polisi: Jangan Berspekulasi
Jenis banjir ini sering terjadi di kawasan pesisir dan biasanya bersifat berkala, namun dalam beberapa kasus bisa menjadi permanen karena faktor lingkungan dan perubahan iklim.
Berbeda dengan banjir akibat hujan atau luapan sungai, rob berasal langsung dari air laut. Berikut penyebab banjir rob :
a. Pasang Laut (Tidal Flooding)
Naiknya permukaan air laut karena gravitasi bulan dan matahari adalah penyebab alami utama banjir rob. Ketika pasang laut mencapai titik tertinggi—terutama saat bulan purnama atau perigee (jarak terdekat bulan ke bumi)—air laut bisa meluap ke daratan, terutama di daerah pesisir yang rendah.
b. Perubahan Iklim dan Kenaikan Muka Air Laut
Pemanasan global menyebabkan es di kutub mencair dan meningkatkan volume air laut secara keseluruhan. Akibatnya, permukaan laut naik secara bertahap dari tahun ke tahun. Kenaikan ini memperbesar risiko banjir rob, terutama di kota-kota pesisir yang padat penduduk dan minim perlindungan alami.
c. Penurunan Muka Tanah (Land Subsidence)