Mengenal Borneo Urban Lab, Organisasi Anak Muda Peduli Lingkungan & Disabilitas di Banjarmasin
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Berangkat dari kepedulian terhadap masyarakat seperti empowering ability oleh sejumlah mahasiswa dan mahasiswi di Kota Banjarmasin, tercetuslah ide untuk membentuk komunitas Borneo Urban Lab.
Komunitas yang diketuai oleh Kesuma Anugerah Yanti atau yang akrab disapa Yanti ini fokus pada pemberdayaan para disabilitas agar lebih berdaya dan memiliki keterampilan.
Pada Kamis (21/9/2023) sore, kepada wartabanjar.com Yanti menceritakan apa saja kegiatan yang telah dilakukan oleh Borneo Urban Lab.
Di tahun 2021 Borneo Urban Lab melalui proyek urban inclusivity menggelar kegiatan yang melibatkan para disabilitas dari beragam usia berupa pelatihan pembuatan kue.
Selain itu mereka juga diberikan alat, bahan, serta modal sehingga nantinya dapat menjalankan usahanya sendiri.
[caption id="attachment_184635" align="alignnone" width="300"]
Para anggota Komunitas Borneo Urban Lab sedang menggelar pelatihan membuat kue untuk para penyandang disabilitas di Kota Banjarmasin. Foto: istimewa[/caption]
Selanjutnya Yanti juga bercerita tentang proyek yang lainnya yakni urban environment atau isu lingkungan di perkotaan.
Di proyek ini Borneo Urban Lab mendapatkan sokongan dari Pemerintah Australia.
Proyek ini berfokus pada bagaimana pengelolaan sampah di area sungai tepatnya di Sungai Jingah.
Selain itu terdapat juga proyek urban lotus yaitu kegiatan berbentuk partisipatif mengajak masyarakat untuk mengurangi dan mengelola limbah plastik.
"Melalui proyek urban environment dan urban lotus, kami mengajak masyarakat Sungai Jingah untuk mengurangi dan mengelola limbah plastik," sambungnya.
Masih berbicara tentang bagaimana pengelolaan limbah plastik, Yanti mengatakan bahwa saat ini Borneo Urban Lab sedang melakukan penjajakan pada Program Kampung Iklim tepatnya di Kuin Cerucuk.
Kali ini Yanti dan teman-teman mengajak dan membimbing ibu-ibu disana untuk mengelola limbah plastik menjadi kerajinan tangan.
[caption id="attachment_184634" align="alignnone" width="300"]
Para anggota Komunitas Borneo Urban Lab Kota Banjarmasin. Foto: istimewa[/caption]
Selain berfokus terhadap lingkungan, Borneo Urban Lab juga mempunyai proyek urban youth yang berfokus kepada anak-anak muda di perkotaan terkait bagaimana persiapan karier, membuat curriculum vitae, dan mengelola community development.
Tak hanya menjalin kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui hibah alumni, Borneo Urban Lab telah bekerjasama dengan beberapa pihak lainnya seperti PLN UPDK Barito, Kemendikbudristek melalui program pekan kebudayaan nasional.
"Kemudian dengan Pemerintah Amerika melalui pertukaran pemuda, Organisasi KotaKita yang berdomisili di kota Solo, serta organisasi lokal dan instansi pemerintah terkait," paparnya.
Bukan tanpa kendala, di tiap proyek yang dilakukan pasti ada saja masalahnya, misalnya bagaimana mempertahankan tiap proyek menjadi berkelanjutan.
Hal itu dikarenakan anggota Borneo Urban Lab juga memililiki kegiatan lain seperti bekerja dan kuliah yang terkadang membuat Borneo Urban Lab kekurangan orang saat melakukan proyek di lapangan.
"Kami selalu memikirkan bagaimana kegiatan tetap berjalan," sambungnya.
Melalui Borneo Urban Lab Yanti berharap dapat membantu, membangun, dan mengatasi isu-isu perkotaan di Kota Banjarmasin.
Tak lupa ia juga berharap anak-anak muda untuk lebih aktif berkontribusi terhadap lingkungan atau meningkatkan kapasitas dirinya sehingga Kota Banjarmasin memiliki anak-anak muda yang berkualitas. (nyimas rahma)
Editor: Yayu
Para anggota Komunitas Borneo Urban Lab sedang menggelar pelatihan membuat kue untuk para penyandang disabilitas di Kota Banjarmasin. Foto: istimewa[/caption]
Selanjutnya Yanti juga bercerita tentang proyek yang lainnya yakni urban environment atau isu lingkungan di perkotaan.
Di proyek ini Borneo Urban Lab mendapatkan sokongan dari Pemerintah Australia.
Proyek ini berfokus pada bagaimana pengelolaan sampah di area sungai tepatnya di Sungai Jingah.
Selain itu terdapat juga proyek urban lotus yaitu kegiatan berbentuk partisipatif mengajak masyarakat untuk mengurangi dan mengelola limbah plastik.
"Melalui proyek urban environment dan urban lotus, kami mengajak masyarakat Sungai Jingah untuk mengurangi dan mengelola limbah plastik," sambungnya.
Masih berbicara tentang bagaimana pengelolaan limbah plastik, Yanti mengatakan bahwa saat ini Borneo Urban Lab sedang melakukan penjajakan pada Program Kampung Iklim tepatnya di Kuin Cerucuk.
Kali ini Yanti dan teman-teman mengajak dan membimbing ibu-ibu disana untuk mengelola limbah plastik menjadi kerajinan tangan.
[caption id="attachment_184634" align="alignnone" width="300"]
Para anggota Komunitas Borneo Urban Lab Kota Banjarmasin. Foto: istimewa[/caption]
Selain berfokus terhadap lingkungan, Borneo Urban Lab juga mempunyai proyek urban youth yang berfokus kepada anak-anak muda di perkotaan terkait bagaimana persiapan karier, membuat curriculum vitae, dan mengelola community development.
Tak hanya menjalin kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui hibah alumni, Borneo Urban Lab telah bekerjasama dengan beberapa pihak lainnya seperti PLN UPDK Barito, Kemendikbudristek melalui program pekan kebudayaan nasional.
"Kemudian dengan Pemerintah Amerika melalui pertukaran pemuda, Organisasi KotaKita yang berdomisili di kota Solo, serta organisasi lokal dan instansi pemerintah terkait," paparnya.
Bukan tanpa kendala, di tiap proyek yang dilakukan pasti ada saja masalahnya, misalnya bagaimana mempertahankan tiap proyek menjadi berkelanjutan.
Hal itu dikarenakan anggota Borneo Urban Lab juga memililiki kegiatan lain seperti bekerja dan kuliah yang terkadang membuat Borneo Urban Lab kekurangan orang saat melakukan proyek di lapangan.
"Kami selalu memikirkan bagaimana kegiatan tetap berjalan," sambungnya.
Melalui Borneo Urban Lab Yanti berharap dapat membantu, membangun, dan mengatasi isu-isu perkotaan di Kota Banjarmasin.
Tak lupa ia juga berharap anak-anak muda untuk lebih aktif berkontribusi terhadap lingkungan atau meningkatkan kapasitas dirinya sehingga Kota Banjarmasin memiliki anak-anak muda yang berkualitas. (nyimas rahma)
Editor: Yayu